Kepala Intelijen Jerman Sebut Peretas Rusia Bisa Ganggu Pemilu

Fajar Nugraha    •    Rabu, 30 Nov 2016 16:31 WIB
jerman
Kepala Intelijen Jerman Sebut Peretas Rusia Bisa Ganggu Pemilu
Bruno Kahl dan Kanselir Jerman Angela Merkel (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Berlin: Kepala Dinas Intelijen Federal Jerman atau biasa disebut Bundesnachrichtendienst (BND) Bruno Kahl menyebutkan bahwa peretas dari Rusia bisa mengganggu jalannya pemilu di Jerman.
 
Menurut Kahl, Rusia kemungkinan besar mencoba melakukan serangan siber saat kampanye Presiden Amerika Serikat (AS). Hal itu pun berujung pada penghitungan suara pemilu.
 
"Kami memiliki bukti bahwa serangan para peretas ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan ketidakpastian politik," ujar Kahl kepada media Süddeutsche Zeitung, seperti dikutip Guardian, Rabu (30/11/2016).
 
"Pelaku bermaksud untuk merusak tatanan demokrasi, tak peduli siapa yang mereka bantu. Kami punya indikasi bahwa serangan itu berasal dari Rusia," tegasnya.
 
"Secara teknis sulit dibuktikan bahwa peretasan ini ada kaitan dengan aktor negara, tetapi ada bukti bahwa peretasan itu diinginkan oleh aktor negara," tutur Kahl.
 
Kahl kemudian menambahkan bahwa kecurigaan tertuju pada proporsi serangan yang dilakukan, hanya untuk menunjukkan kehebatan secara teknis dari peretas. Ucapan Khal ini seperti mengakui kekhawatiran dari banyak pihak di Jerman mengenai intervensi Rusia, terutama dari sisi penyebaran berita palsu.
 
Sementara Kepala Intelijen Domestik BfV, Hans-Georg Maaßen menyebutkan bahwa teknologi siber menjadi tempat berperang yang penting. Rusia sendiri menjadi pemain utama dalam bentuk perang ini.
 
"Yang baru terjadi, kita melihat bagaimana kesediaan intelijen Rusia untuk melakukan sabotase," tutur Hans-Georg Maaßen.
 
Maaßen menegaskan bahwa dinas rahasia Rusia sudah mencoba melakukan penyerangan terhadap sistem komputer di Jerman. Menurutnya serangan itu ditujukan untuk mengumpulkan data komprehensif yang strategis.
 
Para peretas dikabarkan berada di balik serangan terhadap Deutsche Telekom pada Minggu dan Senin lalu. Serangan ini menyebabkan akses jutaan telepon dan internet di Jerman hampir tidak berfungsi di Jerman.
 
Pihak Deutsche Telekom menyebutkan bahwa pembobolan keamanan itu merupakan bagian dari serangan ke seluruh dunia melalui router. Ahli keamanan menyebutkan peretas ini berasal dari Rusia tetapi mereka tidak punya bukti kuat yang mendukung tuduhan itu.



(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA