Demo Rompi Kuning Prancis Masuki Pekan ke-10

Arpan Rahman    •    Minggu, 20 Jan 2019 15:24 WIB
prancisEmmanuel Macron
Demo Rompi Kuning Prancis Masuki Pekan ke-10
Demonstran rompi kuning berdiri di balik barikade terbakar di Angers, Prancis, 19 Januari 2019. (Foto: AFP/LOIC VENANCE)

Paris: Gelombang unjuk rasa 'Rompi Kuning atau 'Gillet Jaunes' di Prancis berlanjut dan memasuki pekan ke-10 pada Sabtu 19 Januari 2019. Gerakan yang dipicu rencana penaikan pajak bahan bakar minyak ini belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir.

Ribuan demonstran berunjuk rasa di sejumlah kota di Prancis, meski Presiden Emmanuel Macron telah meluncurkan debat nasional pekan ini. Sejumlah aktivis beraksi dengan mengenakan topeng, sementara polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk meredam gerakan massa.

Kepolisian Prancis dikritik sejumlah pihak karena menggunakan peluru karet yang dilaporkan membuat beberapa pengunjuk rasa terluka serius. "Setiap Sabtu pasti ada orang yang terluka," kata seorang pedemo, Juliette Rebet, seperti disitat dari Evening Standard.

Demonstran di Paris relatif tenang, namun bentrokan dengan aparat keamanan terjadi di akhir aksi protes. Total 30 orang ditangkap dalam gerakan terbaru rompi kuning ini.

Bentrokan serupa juga dilaporkan terjadi di Bordeaux, Toulouse dan kota Rennes. Di Invalides, pengunjuk rasa membawa sebuah spanduk bertuliskan, "warga dalam bahaya." Spanduk itu dibawa di hadapan kotak berbentuk peti mati yang menyimbolkan beberapa korban tewas sejak gerakan rompi kuning dimulai akhir tahun lalu.

Otoritas Paris mengerahkan 5.000 aparat di seantero ibu kota, terutama di kompleks gedung pemerintahan dan pusat perbelanjaann dekat Champs-Elysees. Sementara untuk skala nasional, total 80 ribu polisi disiagakan.

Gerakan rompi kuning terus berlanjut meski pemerintah Prancis telah menunda rencana penaikan pajak BBM. Para pengunjuk rasa kini memprotes hal-hal yang lebih luas seputar masalah perekonomian.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis, terdapat 27 ribu pedemo di seantero negeri sejak Sabtu siang. Jumlah ini turun dari angka 32 ribu pada pekan sebelumnya.


(WIL)