IAEA Siap Bantu Indonesia Aplikasi IPTEK Nuklir untuk Pembangunan

   •    Sabtu, 27 May 2017 19:07 WIB
nuklir
IAEA Siap Bantu Indonesia Aplikasi IPTEK Nuklir untuk Pembangunan
Dubes Darmansjah Djumala memberikan surat kepercayaan kepada Dirjen IAEA Yukiya Amano (Foto: Dok.KBRI Wina).

Metrotvnews.com, Wina: Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Yukiya Amano, mengakui peran penting Indonesia dalam mendukung kinerja badan tersebut.
 
Selama ini, mengenai teknologi nukilir, Indonesia mendukung penerapan untuk tujuan damai termasuk program pembangunan yang mendatangkan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
 
Dukungan itu disampaikan Duta Besar RI untuk Austria Darmansjah Djumala selaku Wakil Tetap RI yang terakreditasi pada IAEA saat menyerahkan surat kepercayaan sebagai wakil tetap di Wina untuk IAEA kepada Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano, Kamis 25 Mei 2017. 
 
Dubes Darmansjah menuturkan pentingnya Indonesia dan IAEA untuk terus meningkatkan kerja sama terutama di bidang aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir untuk mendukung program pembangunan.
 
"Hal ini terutama pada bidang yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas, seperti pertanian, kesehatan, teknologi irradiasi, dan penanggulangan dampak bencana alam dan tsunami," pungkas Dubes Darmansjah, dalam keterangan tertulis KBRI Wina, yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu 27 Mei 2017.
 
Selain itu, mantan Kepala Sekretariat Presiden tersebut menekankan pula pentingnya sinergi antara Indonesia dengan IAEA untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pemanfaatan IPTEK nuklir untuk tujuan damai.
 
"Diharapkan produk yang dihasilkan melalui IPTEK nuklir seperti produk pangan dan pertanian tidak hanya terbukti keunggulannya secara ilmiah namun juga kompetitif di pasar," imbuhnya.
 
"Dengan demikian, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Ini yang diharapkan dari diplomasi dan kerja sama multilateral yang bersifat membumi," tutur Darmansjah.
 
Direktur Jenderal IAEA Amano pun menyambut hangat kedatangan Duta Besar Djumala di Wina. Pria asal Jepang itu menyatakan kesiapan IAEA untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang aplikasi IPTEK nuklir untuk pembangunan. 
 
"Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan misi IAEA untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan," ucap Amano.
 
"Kami memberikan apresiasi atas peranan penting Indonesia di IAEA dan berbagai kontribusi Indonesia dalam mendukung kinerja IAEA, seperti transfer teknologi nuklir kepada negara-negara lain di kawasan, antar negara berkembang dalam kerangka kerja sama Selatan-Selatan melalui program RCBI (Regional Capacity Building Initiative), dan bantuan untuk renovasi laboratorium IAEA di Seibersdorf," Amano menambahkan.
 
IAEA adalah sebuah organisasi independen yang didirikan pada 29 Juli 1957 dengan tujuan mempromosikan penggunaan energi nuklir secara damai serta menangkal penggunaannya untuk keperluan militer.
 
Sebagai sebuah lembaga, IAEA berfungsi sebagai forum antar pemerintah untuk kerja sama ilmiah dan teknis dalam penggunaan teknologi nuklir dan tenaga nuklir secara damai di seluruh dunia. Sekretariat IAEA berada di Wina, Austria, sedangkan jumlah anggotanya mencapai 168 negara.
 
KBRI/PTRI Wina memiliki peranan penting dalam mewujudkan prioritas-prioritas tersebut mengingat ruang kerja KBRI/PTRI Wina di samping bilateral juga meliputi kerja sama multilateral terkait pemanfaatan IPTEK nuklir untuk tujuan damai dan pelucutan senjata nuklir bagi perdamaian dunia.



(FJR)