Kampanye Berjalan Ketat Jelang Pemilihan PM Inggris

Sonya Michaella    •    Kamis, 18 May 2017 08:01 WIB
politik inggris
Kampanye Berjalan Ketat Jelang Pemilihan PM Inggris
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (Foto: Fajar Nugraha/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak sampai satu bulan, Inggris akan menggelar pemilihan perdana menteri yang baru, tepatnya pada 8 Juni mendatang. Saat ini, kampanye dari para kandidat perdana menteri pun sudah berjalan.
 
"8 Juni, kami warga Inggris akan memilih perdana menteri yang baru. Kampanye sudah mulai dan cukup berat serta ketat," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, ketika ditemui di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.
 
Tiga kandidat perdana menteri siap bersaing dengan petahana PM Theresa May, antara lain Vince Cable dari (Liberal Demokrat), Nick Clegg (Liberal Demokrat), dan Ken Clarke dari (Konservatif).
 
Isu-isu yang dibawa para kandidat perdana menteri ini juga cukup beragam, seperti Britain Exit (Brexit), ekonomi, politik dan sosial. "Tantangan yang akan dihadapi perdana menteri yang baru juga cukup banyak," lanjut dia.
 
Dubes Moazzam menambahkan, ada hal yang menarik selama kampanye para kandidat berlansung, yaitu masa tenang. Selama masa tenang ini, semua pejabat pemerintahan dan politisi harus undur diri sementara dari dunia politik.
 
"Jadi, saya tidak akan berbicara soal politik Inggris terlebih dahulu di masa tenang ini," imbuhnya.
 
Untuk pemilihan perdana menteri ini, para warga Inggris di Indonesia dan juga di seluruh dunia juga bisa memilih perdana menterinya dengan cara mendatangi perwakilan Inggris di kota tersebut atau dengan proxy vote.
 
Ia menjelaskan, jika warga Inggris ingin memilih langsung, berarti ia harus datang ke perwakilan Inggris di mana ia tinggal. Namun, jika ingin menggunakan proxy vote, ia harus meminta bantuan temannya di Inggris untuk memilih perdana menteri pilihannya.
 
"Saya akan menggunakan proxy vote. Jadi saya nanti akan menghubungi teman saya di Konstitusi Inggris dan menyampaikan pilihan saya dan ia akan membantu saya memilih," ungkap Dubes Moazzam.
 
Untuk saat ini, sebuah jajak pendapat di Inggris menunjukkan dukungan bagi PM May (Partai Konservatif) dalam pemilu 8 Juni mengalami kenaikkan sampai 49 persen dukungan. 



(FJR)