UEA Sebut Isolasi Qatar Dapat Berlangsung Bertahun-tahun

Willy Haryono    •    Senin, 19 Jun 2017 22:00 WIB
kisruh qatar
UEA Sebut Isolasi Qatar Dapat Berlangsung Bertahun-tahun
Menlu Uni Emirat Arab Anwar Gargash di Riyadh, Arab Saudi, 13 Oktober 2016. (Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE)

Metrotvnews.com, Paris: Seorang menteri Uni Emirat Arab mengatakan kebijakan isolasi negara-negara Teluk terhadap Qatar dapat berlangsung bertahun-tahun, jika Doha tetap bersikukuh "mendukung ekstremisme."

"Kami tidak ingin meningkatkan (ketegangan), kami hanya ingin mengisolasi," ucap Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash kepada awak media dalam kunjungan ke Paris, Prancis, seperti dikutip AFP, Senin 19 Juni 2017. 

Arab Saudi, UEA dan Bahrain memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dua pekan lalu. Mereka juga menutup perbatasan darat dan udara dengan Qatar, serta menerapkan aturan ketat terkait zona udara. 

Gargash menyebut kisruh diplomatik ini tidak akan berakhir, sebelum Qatar bersedia melepaskan dukungannya terhadap "ekstremis."

"Mereka telah membangun sebuah podium untuk ekstremisme, dan kami memiliki kesempatan emas untuk memutus dukungan tersebut," ungkap Gargash. 

Kisruh diplomatik meningkatkan kekhawatiran sejumlah pihak terhadap instabilitas di Timur Tengah. 

Nostalgiawan Wahyudi, seorang pengamat dan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menilai, kisruh Qatar ini bisa dijadikan alat oleh Amerika Serikat (AS) untuk lebih 'menancapkan benderanya' di kawasan Timur Tengah dan Teluk.

Pada 5 Juni 2017, Arab Saudi tiba-tiba mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar. Langkah ini diikuti oleh Uni Emirat Arab dan Bahrain, sebagai sekutu paling solid dari Arab Saudi lalu diikuti dengan Libya, Maladewa, dan Yaman.

Pemutusan terjadi beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengunjungi Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud di Arab Saudi.




(WIL)