Harimau Sumatra Mati usai Berkelahi di Kebun Binatang London

Willy Haryono    •    Sabtu, 09 Feb 2019 09:06 WIB
harimau sumatraharimau
Harimau Sumatra Mati usai Berkelahi di Kebun Binatang London
Seekor harimau Sumatra. (Foto: AFP)

London: Seekor harimau Sumatra mati usai berkelahi dengan harimau lainnya di kebun binatang London Zoo di London, Inggris. Perkelahian terjadi antara harimau jantan Asim dengan seekor betina bernama Melati.

Asim dibawa dari Denmark sepuluh hari lalu, dengan harapan dapat menjadi "pasangan ideal" bagi Melati. Setelah dipisahkan selama beberapa waktu, kedua harimau kemudian dipertemukan di dalam satu kandang pada Jumat 8 Februari.

Namun ketegangan "dengan cepat terjadi," dan perkelahian pun tak terhindarkan. Melati kemudian mati dalam perkelahian.

Dalam pernyataan resmi London Zoo, Asim langsung dipindahkan ke kandang lain usai perkelahian. Melati, harimau berumur 10 tahun, mati walau sudah ditangani sejumlah dokter hewan.

"Fokus kami saat ini adalah merawat Asim di tengah momen sulit seperti sekarang," ujar London Zoo, seperti disitir dari kantor berita BBC, Sabtu 9 Februari 2019.

"Semua staf kali merasa sedih atas kejadian ini," lanjutnya.

Berusia tujuh tahun, Asim dipindahkan ke London dalam bagian program pengembangbiakan satwa di seantero Eropa. London Zoo menyebut Asim sebagai harimau "tampan dan percaya diri."

Harimau jantan sebelumnya di London Zoo, Jae Jae -- yang sudah memiliki enam anak bersama Melati -- telah dipindahkan ke kebun binatang Zoo Le Parc des Felins di Prancis pada 30 Januari.

Pada 2013, Melati melahirkan dua anak harimau, namun satu dari mereka jatuh ke kolam dan mati tenggelam. Melati kemudian melahirkan tiga anak lagi pada Februari 2014, dan dua pada Juni 2016.

Jenis harimau Sumatra, yang biasa tinggal di pedalaman hutan Indonesia, sekarang diklasifikasikan sebagai hewan terancam punah. Jika hidup di penangkaran atau kebun binatang, harimau Sumatra dapat hidup hingga 20 tahun.

Pada era 1970-an, diestimasi ada sekitar 1.000 harimau Sumatra di alam liar. Saat ini, jumlahnya diperkirakan hanya ada 300.



(WIL)