Ribuan Warga Prancis Berdemo Menentang Anti-Yahudi

Arpan Rahman    •    Rabu, 20 Feb 2019 17:11 WIB
prancisEmmanuel Macron
Ribuan Warga Prancis Berdemo Menentang Anti-Yahudi
Unjuk rasa menentang antisemitisme digelar di berbagai kota di Prancis. (Foto: AFP)

Paris: Puluhan ribu orang turun ke jalanan berbagai kota di seantero Prancis untuk menentang mulai meningkatnya gerakan antisemitisme -- paham yang membenci segala sesuatu terkait Yahudi.

Pemimpin politik dari semua partai, termasuk mantan Presiden Francois Hollande dan Nicolas Sarkozy, berkumpul di Paris. Mereka menentang antisemitisme dengan satu slogan singkat: "Sudah cukup!"

Presiden Emmanuel Macron juga ikut serta dalam gerakan menentang antisemitisme dengan mengunjungi memorial Holocaust di Paris bersama pemimpin senat dan Majelis Nasional Prancis. Holocaust adalah peristiwa pembantaian massal kaum Yahudi oleh organisasi Nazi Jerman di era Perang Dunia II.

Gerakan antisemitisme ini mulai meningkat beberapa waktu lalu di tengah terjadinya unjuk rasa rompi kuning atau gilet jaunes, yang mulai digelar pada pertengahan November 2018. Macron menentang keras antisemitisme, karena Prancis adalah negara dengan populasi Yahudi terbesar di luar Israel dan Amerika Serikat.

Senin malam kemarin, sebuah pemakaman Yahudi di Quatzenheim di Alsace diserang penganut antisemitisme. Sekitar 80 batu nisan di pemakaman tersebut dicoreti dengan swastika yang merupakan lambang Nazi. 

Macron mengunjungi pemakaman tersebut pada Selasa. "Merupakan hal penting bagi saya untuk berada di sini bersama kalian semua," tutur Macron, seperti dilansir dari laman Guardian, Selasa 19 Februari 2019.

Akhir pekan kemarin, di tengah demonstrasi rompi kuning, sekelompok penganut antisemitisme mengarahkan kemarahan mereka kepada Alain Finkielkraut, seorang Yahudi yang selamat dari pembantaian di kamp Auschwitz saat Holocaust terjadi. Sekelompok pria menyebut Finkielkraut sebagai "Zionis kotor" dan "Prancis adalah milik kami."

Dua remaja ditangkap Jumat kemarin usai keduanya dituduh menembakkan peluru dari senapan angin ke sebuah sinagoga di Sarcelles, wilayah yang banyak dihuni Yahudi di Prancis. Sebelum itu, lambang swastika muncul di beberapa kotak pos di Prancis.

Tulisan berbahasa Jerman, Juden (Yahudi), juga muncul di sebuah toko roti di Ile Saint-Louis di jantung ibu kota Prancis.

Media Prancis mulai menuliskan artikel mengenai meningkatnya antisemitisme dalam beberapa pekan terakhir. Awalnya gerakan ini tidak terlalu terlihat karena tertutup oleh rompi kuning yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Rompi kuning pun awalnya hanya menentang rencana penaikan pajak bahan bakar minyak di Prancis, namun kemudian meluas menjadi penentangan terhadap berbagai kebijakan Macron.

Baca: Presiden Prancis Balik Melawan, Rompi Kuning Terpecah


(WIL)


Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

2 weeks Ago

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Bernie Sanders memulai kampanye di tempat…

BERITA LAINNYA