Oposisi Iran Berunjuk Rasa di Prancis dan Jerman

Willy Haryono    •    Minggu, 31 Dec 2017 15:11 WIB
politik iran
Oposisi Iran Berunjuk Rasa di Prancis dan Jerman
Seorang wanita mengacungkan kepalan tangan dalam unjuk rasa di Universitas Teheran, Iran, 30 Desember 2017. (Foto: AFP/STR)

Paris: Oposisi rezim Iran menggelar unjuk rasa di Prancis dan Jerman untuk menunjukkan dukungan kepada demonstran yang sudah menggelar aksi protes di Teheran dan kota-kota lainnya sejak Kamis 28 Desember.

Sekitar 40 orang berunjuk rasa di dekat Kedutaan Besar Iran di Paris. Mereka menyerukan diakhirinya "intervensi" Teheran dalam konflik Suriah dan Lebanon. 

Afchine Alavi dari Dewan Nasional Resistensi Iran (CNRI) mengatakan kepada AFP bahwa tuntutan serupa juga diserukan di Iran. 

Sementara di Berlin, sekitar 100 untuk mendesak pembebasan sejumlah orang yang ditahan dalam gelombang demonstrasi di Iran sejak tiga hari terakhir. Jumat kemarin, sekitar 50 orang juga berkumpul di dekat Kedubes Iran untuk Jerman.

Unjuk rasa bermulai di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran, pada Kamis kemarin. Awalnya pedemo hanya mengecam dugaan korupsi dan kenaikan harga bahan-bahan pokok, namun berubah menjadi penentangan penuh terhadap rezim Iran. 

Baca: Kenaikan Harga Barang Memicu Protes Luas di Iran

Alavi mengatakan demonstran mencoba menggandeng lebih banyak elemen masyarakat Iran, mulai dari kelas menengah hingga pengangguran. 

Meski unjuk rasa di Iran tidak terlampau besar, namun ini merupakan kali pertamanya terjadi sejak gerakan protes masif pada 2009. 

Pemerintah Iran telah mengingatkan warga untuk tidak berpartisipasi dalam seruan untuk berunjuk rasa. Iran juga telah memutus akses internet usai ratusan orang menyerang balai kota di Teheran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai masyarakat Iran menginginkan perubahan, dan "rezim opresif tidak dapat berdiri selamanya."


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

4 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA