Politikus Ternama Kosovo Ditembak Mati di Kantor Partainya

Fajar Nugraha    •    Selasa, 16 Jan 2018 18:40 WIB
kosovo
Politikus Ternama Kosovo Ditembak Mati di Kantor Partainya
Politisi ternama Kosovo Oliver Ivanovic ditembak mati oleh orang tak dikenal (Foto: AFP).

Pristina: Politisi ternama Kosovo Oliver Ivanovic ditembak mati oleh orang tak dikenal saat baru tiba di kantor partainya.
 
Pembunuhan ini terjadi di saat Kosovo dan Serbia hendak memulai pembicaraan untuk melakukan normalisasi hubungan. Sebelumnya, pembicaraan itu terhenti selama lebih dari satu tahun.
 
"Saya menerima kabar dia ditembak mati di tempat dan upaya untuk menyelamatkannya di rumah sakit Mitrovica, tidak berhasil," sebut pengacara Ivanovic, Nebojsa Vlajic, seperti dikutip AFP, Selasa 16 Januari 2018.
 
Vlajic menerangkan bahwa lima peluru bersarang di tubuh Ivanovic. Politikus berusia 64 tahun itu dianggap sebagai sosok moderat yang berasal dari Mitrovica. Tokoh Partai Sosial Demokrat itu sebelumnya tengah bersiap untuk menghadapi persidangan kembali atas tuduhan kejahatan perang dalam konflik Kosovo.
 
Mantan Menlu Kosovo itu dikenal mitra dialog kunci dengan NATO, PBB dan juga Uni Eropa. Posisinya sangat penting khususnya setelah berakhirya perang 1990 dan mendukung dialog antara etnik Albania di Kosovo.
 
Pertemuan darurat
 
Presiden Serbia Aleksandar Vucic langsung melakukan pertemuan darurat dari dewan keamanan nasional, usai penembakan itu.
 
Sementara di Brussel, Belgia, delegasi dari Serbia menghentikan pembicaraan dengan Kosovo Albania yang sebelumnya dilakukan pada Selasa. 
 
Di bawah tekanan dari dunia internasional dan Uni Eropa, Kosovo dan Serbia mencoba melakukan normalisasi hubungan. Mereka mencoba untuk memulai kembali hubungan sejak 20 tahun perang Kosovo menewaskan sekitar 13 ribu jiwa yang berasal dari etnis Albania.
 
Perang 1998-1999 antara pasukan keamanan Serbia dengan gerilyawan Kosovo Albania diakhiri oleh serangan udara dari NATO. Setelah itu, pada Februari 2008, etnis Albania Kosovo secara unilateral menyatakan kemerdakaan dari Serbia.
 
Hingga saat ini Serbia menolak untuk mengakui kemerdekaan itu. Serbia masih menganggap Kosovo Albania sebagai provinsi mereka di selatan.



(FJR)