Amuk Laut Mediterania, 100 Imigran Dikhawatirkan Tewas

Arpan Rahman    •    Jumat, 18 Nov 2016 13:36 WIB
imigran gelap
Amuk Laut Mediterania, 100 Imigran Dikhawatirkan Tewas
Imigran gelap yang terus berusaha menggapai Eropa (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Roma: Lebih dari 100 migran yang hilang dikhawatirkan tewas setelah perahu karet mereka tenggelam di Laut Mediterania, Kamis 17 November. 
 
Kehilangan penumpang menyusul tenggelamnya perahu itu diutarakan presiden dari satuan Italia di kelompok bantuan Medecins Sans Frontierre.
 
 
"Sebuah kapal angkatan laut Inggris menyelamatkan 27 orang dan menemukan enam mayat sekitar 32km dari muara pantai Libya," kata Presiden MSF Italia Loris De Filippi.
 
Musibah terbaru menambah korban tewas yang telah dicatat kelompok bantuan sebanyak 240 orang selama tiga hari berakhir sejak Rabu 16 November. Pasalnya, para migran tetap nekat meninggalkan Libya walaupun gelombang laut sedang bergolak. Pada Rabu lalu juga, hampir 300 migran telah berhasil diselamatkan dari amuk laut.
 
 
Para migran kemudian dipindahkan ke kapal MSF Bourbon Argos, salah satu dari beberapa kapal kelompok bantuan yang beroperasi di daerah tersebut. Korban yang lolos dari maut mengatakan kepada staf penyelamat, 90 sampai 100 orang penumpang lain telah hanyut dan tewas.
 
"Hal itu masuk akal karena semua perahu ini sama, perahu karet yang sangat panjang, biasanya membawa 120-130 penumpang, benar-benar penuh sesak," kata De Filippi seperti disitir The Age dari Reuters, Jumat (18/11/2016).
 
Ia mengatakan, MSF tidak memiliki informasi mengenai asal negara para migran yang diselamatkan pada Kamis. Kebanyakan korban yang diselamatkan dalam beberapa hari terakhir berasal dari Afrika Barat.
 
"Kondisinya mengerikan dan orang-orang tetap nekat berlayar di laut pula, banyak yang mengatakan tentang bagaimana putus asanya mereka," imbuhnya.
 
Jumlah migran yang tiba di Italia dengan perahu, pada November, sudah lebih dua kali lipat pada bulan yang sama tahun lalu, menurut Kementerian Dalam Negeri Italia. Dan total untuk setahun penuh dengan cepat mendekati rekor tahun 2014 sebanyak 170.000.
 
Para penyelamat bekerja keras setiap hari sesuai laporan terbaru yang menyatakan bahwa Jerman kemungkinan mendeportasi 26.500 migran pada 2016, paling banyak sejak tahun 2003.
 
Mengutip dokumen federal, harian Rheinische Post Jerman melaporkan bahwa 19.914 orang telah dideportasi pada akhir September, hampir tiga perempat dari mereka menuju ke kawasan Balkan Barat.
 
Kanselir Angela Merkel, yang menghadapi pemilihan nasional tahun depan, telah dikritik karena kebijakan pintu terbuka bagi pengungsi setelah masuknya satu juta orang lebih sepanjang tahun lalu.

Dia sudah menekankan perlunya mempercepat deportasi migran yang permintaan suakanya telah ditolak. Sebanyak 20.888 migran dideportasi dari Jerman pada 2015, lansir surat kabar tersebut.  

 


(FJR)