Iran Diminta Menahan Diri usai AS Mundur dari Perjanjian Nuklir

Willy Haryono    •    Rabu, 09 May 2018 14:03 WIB
nuklir iranas-iran
Iran Diminta Menahan Diri usai AS Mundur dari Perjanjian Nuklir
Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AFP)

London: Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta Iran "menahan diri" usai Presiden Donald Trump memutuskan menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir 2015. 

Dalam pernyataan gabungan, seperti dikutip Scotsman, Rabu 9 Mei 2018, PM May bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai keputusan Trump sebagai suatu hal yang "disesalkan dan dikhawatirkan."

Ketiganya menegaskan tetap berkomitmen terhadap perjanjian nuklir Iran, yang memiliki nama resmi Joint Comprehensive Plan of Action atau JCPOA.

Sebelumnya, Trump menegaskan akan menjatuhkan sanksi ekonomi dalam "level tertinggi" terhadap Iran. Ia mengklaim Teheran tinggal selangkah lagi dalam mendapatkan senjata nuklir. 

Sementara Iran pernah berkata akan memperbanyak stok uranium dalam beberapa pekan ke depan, jika negosiasi JCPOA berakhir gagal. 

Baca: AS Cari Solusi untuk Bertahan dari Ancaman Iran

Inggris, Prancis dan Jerman sudah pernah membujuk Trump agar tetap berkomitmen terhadap JCPOA. Namun pada Selasa, Trump menyebut JCPOA adalah perjanjian buruk dan sangat memalukan.

Trump juga menyebut JCPOA sebagai perjanjian "berbau busuk."

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku prihatin atas keputusan Trump. Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan akan tetap berkomitmen terhadap JCPOA meski AS menarik diri.

 


(WIL)