Rusia Peringatkan Dukungan DK PBB ke Ukraina

Fajar Nugraha    •    Selasa, 27 Nov 2018 18:06 WIB
ukrainarusia dk pbbRusia-Ukraina
Rusia Peringatkan Dukungan DK PBB ke Ukraina
Kapal tongkang Ukraina (kanan) yang ditahan kapal perang Rusia. (Foto: FSB/Sputnik).

Moskow: Rusia menanggapi reaksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap insiden Minggu di Selat Kerch dapat mendorong Ukraina untuk melakukan provokasi lebih lanjut di Laut Hitam dan di Laut Azov.

Baca juga: Rusia Tuduh Ukraina Lakukan Manuver Berbahaya di Krimea.

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy melihat dukungan dari negara Barat kepada Ukraina, membuat negara tersebut menjadi sedikit lebih berani lakukan provokasi.

Pada Senin 26 November 2018, Dewan Keamanan PBB memilih menentang agenda Rusia untuk pertemuan tentang insiden Selat Kerch. Namun kemudian DK PBB memutuskan untuk mendukung usulan Ukraina untuk pertemuan tersebut.

"Saya khawatir bahwa, setelah negara-negara Barat yang memiliki pengaruh khusus terhadap Ukraina benar-benar menunjukkan sikap seperti itu, pihak Ukraina mungkin merasa sedikit berani untuk terlibat dalam provokasi lebih lanjut dari jenis ini karena mereka tidak mendengar selama pertemuan ini setiap teguran dari barat bahwa mereka melakukan sesuatu yang salah,” ujar Polyanskiy, seperti dikutip Sputnik, Selasa, 27 November 2018.

“Ada ketakutan besar bahwa Ukraina mungkin memahami ini, sebagai sebuah pembenaran untuk tindakan provokatif lebih lanjut yang dapat membahayakan tidak hanya hubungan kita tetapi situasi di Laut Hitam, Laut Azov dan di Selat Kerch,” kata Polyanskiy.

Diplomat senior Rusia itu melihat bahwa anggota Dewan Keamanan PBB tidak ingin fokus pada insiden Selat Kerch. Bahkan menurutnya, Barat yang terus berseberangan Rusia, justru membahas lagi isu pencaplokan Semenanjung Krimea pada tahun 2014.

Pada hari Minggu, kapal perang Berdyansk dan Nikopol Ukraina dan kapal tarik Yany Kapu melintasi perbatasan maritim Rusia. Menurut Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), kapal-kapal itu berlayar menuju Selat Kerch, sebuah pintu masuk ke Laut Azov, di mana kapal-kapal itu disita oleh Rusia.

Baca juga: Rusia Tembak Kapal Perang Ukraina, Picu Krisis Terbaru.

Menanggapi situasi di Selat Kerch, pihak berwenang Ukraina memutuskan pada Senin untuk menerapkan darurat militer di daerah-daerah tertentu Ukraina di sepanjang perbatasan dengan Rusia. Hal ini termasuk sepanjang pantai Laut Hitam dan Laut Azov selama 30 hari.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Moskow akan menekan setiap upaya untuk menantang kedaulatan dan keamanannya. Kementerian menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Kiev dalam koordinasi dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa dan ditujukan pada provokasi di Laut Hitam dan Laut Azov, dapat menyebabkan konsekuensi serius.

Juru Bicara Istana Kepresidenen Rusia, Dmitry Peskov mengatakan bahwa penahanan itu hanya reaksi dari pihak Rusia terhadap masuknya kapal militer asing ke perairan teritorial Rusia.


(FJR)