Macron Tegaskan Turki Tidak Bisa Gabung Uni Eropa

Willy Haryono    •    Sabtu, 06 Jan 2018 18:00 WIB
politik turkiuni eropapolitik prancis
Macron Tegaskan Turki Tidak Bisa Gabung Uni Eropa
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Paris, Prancis, 5 Januari 2018. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)

Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan bahwa Turki tidak mungkin bisa bergabung dengan Uni Eropa saat ini. 

Dalam sebuah konferensi pers di Paris, Macron mengatakan ada beberapa perbedaan pendapat antara Uni Eropa dengan Turki mengenai masalah hak asasi manusia. Terkait hal ini, Macron menyoroti operasi 'bersih-bersih' Erdogan usai terjadinya percobaan kudeta di Turki pada 2016. 

"Terkait hubungan dengan Uni Eropa, sudah jelas perkembangan dan pilihan-pilihan terbaru (dari Turki) menghambat proses dialog keanggotaan lebih lanjut," ungkap Macron, seperti dikutip BBC, Jumat 5 Januari 2018.

Macron menyebut dialog keanggotaan Uni Eropa sebenarnya masih berlanjut, tapi terhenti setelah percobaan kudeta di Turki.

Baca: Macron-Erdogan Makan Siang Bersama Sambil Bahas Kudeta

Namun Macron menekankan pentingnya menjaga hubungan dekat dengan Ankara. Ia menyinggung mengenai kemungkinan adanya kemitraan Uni Eropa dengan Turki, namun bukan keanggotaan penuh. 

Sementara itu Erdogan mengaku sudah lelah karena berulang kali harus bersuara agar Turki bisa bergabung dengan Uni Eropa. Ia pernah beberapa kali menuduh blok Eropa itu tidak jujur dan hanya membuang-buang waktu.

Ia juga pernah berkata sebagian besar warga Turki "sudah tidak menginginkan Uni Eropa lagi."

Selain masalah Uni Eropa, Macron dan Erdogan membahas kerja sama kedua negara dalam perang melawan kelompok militan Islamic State (ISIS). 

Meski wilayah ISIS di Suriah dan Irak sudah hampir hilang sepenuhnya, namun sejumlah pengamat menilai ideologi ekstremnya masih berbahaya.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA