Referendum Berakhir, Pemimpin Catalonia Ancam Deklarasikan Kemerdekaan

Willy Haryono    •    Senin, 02 Oct 2017 12:52 WIB
referendum catalonia
Referendum Berakhir, Pemimpin Catalonia Ancam Deklarasikan Kemerdekaan
Pemimpin regional Catalonia Carles Puigdemont. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Barcelona: Dukungan mayoritas warga Catalonia untuk merdeka dari Spanyol dipastikan meningkatkan ketegangan dengan pemerintahan pusat Spanyol di Madrid. 

Dengan 90 persen pemilih referendum mendukung kemerdekaan, pemimpin regional Catalonia Carles Puigdemont menegaskan mereka telah "memenangkan hak untuk mendirikan negara independen."

Puigdemont pernah berkata seandainya referendum berakhir dengan kemenangan suara "Iya," maka dirinya akan mendeklarasikan kemerdekaan untuk Catalonia, sebuah kawasan di Spanyol yang berkontribusi terhadap 19 persen pendapatan nasional. 

Dia juga menyerukan Uni Eropa untuk berhenti "memalingkan muka" terhadap kekerasan yang terjadi sebelum dan saat referendum berlangsung. Puidgemont mengecam Madrid yang mengerahkan polisi untuk membubarkan referendum. 

Sedikitnya 92 orang dikonfirmasi terluka dari total 844 yang membutuhkan perhatian medis usai bentrokan terjadi. 

Aparat kepolisian dengan pentungan bergerak secara bergerombol untuk menutup sejumlah tempat pemungutan dan menyita kotak suara. Operasi tersebut memicu bentrokan yang diwarnai kekerasan. 

Sejumlah video di media sosial memperlihatkan polisi yang menyeret peserta referendum, melemparkan pendukung pro kemerdekaan dari atas tangga dan menyerang petugas pemadam yang melindungi TPS.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan 33 polisi terluka dalam bentrokan. 

 


(WIL)