Untuk Kali Pertama, Staf McDonald's di Inggris Mogok Kerja

Arpan Rahman    •    Senin, 04 Sep 2017 18:47 WIB
unjuk rasa
Untuk Kali Pertama, Staf McDonald's di Inggris Mogok Kerja
Ratusan staf McD di Crayford, Inggris, Senin 4 September 2017, berunjuk rasa menuntut upah yang lebih baik. (Foto: Sky News)

Metrotvnews.com, Cambridge: Para pekerja di dua restoran McDonald's menggelar mogok kerja dalam menuntut gaji dan hak-hak mereka. 

Aksi dilakukan untuk kali pertama sejak raksasa makanan cepat saji itu membuka cabangnya di Inggris.

Staf McD di cabang Cambridge dan Crayford menuntut perhatian perusahaan tempat mereka bekerja di tengah kekhawatiran atas kontrak kerja.

Selain menuntut pola kerja yang lebih aman, para pendemo juga menuntut dibayar dengan upah paling sedikit GBP10 per jam atau setara Rp172 ribu.

Serikat Pekerja Bakers, Food and Allied (BFAWU), mengatakan keputusan protes diambil setelah McDonald's melewatkan "banyak kesempatan untuk menyelesaikan keluhan para pegawai".

Ian Hodson, presiden nasional serikat pekerja, menambahkan: "Kami mendukung sepenuhnya keputusan bersejarah dari para pekerja pemberani ini untuk berjuang dan melawan McDonald's -- perusahaan yang telah mengecewakan mereka secara keterlaluan. Ini adalah seruan untuk perubahan."

"Sudah lama sekali, para pekerja di restoran cepat saji seperti McDonald's harus menghadapi kondisi kerja yang buruk, pemotongan drastis soal jam kerja, dan bahkan intimidasi di tempat kerja -- diberi hukuman karena bergabung dengan sebuah serikat pekerja," sambungnya seperti dinukil Sky News, Senin 4 September 2017.


Pegawai McD di US berunjuk rasa pada 2014. (Foto: Sky News)

Anggota serikat pekerja lainnya dari restoran cepat saji berbeda ikut bergabung dalam unjuk rasa.

Seorang pekerja mengatakan kepada Sky News: "Bekerja untuk McDonald's adalah kerja keras. Orang sepertinya berpikir bahwa bekerja untuk restoran cepat saji adalah pekerjaan mudah -- tidak begitu."

"Salah satu alasan mengapa saya berada di sini adalah karena saya tidak merasa dibayar cukup untuk jumlah pekerjaan yang kami lakukan di balik loket tersebut," katanya.

McDonald's mempekerjakan sekitar 85.000 staf di Inggris dan satu juta di seluruh dunia.


(WIL)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

8 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA