Bencana Palu dan Donggala

Presiden Prancis Siap Beri Bantuan untuk Korban Gempa Sulteng

Arpan Rahman    •    Senin, 01 Oct 2018 16:01 WIB
Gempa Donggala
Presiden Prancis Siap Beri Bantuan untuk Korban Gempa Sulteng
Presiden Prancis Emmanuel Macron siap beri bantuan untuk korban gempa Sulawesi Tengah. (Foto: AFP).

Paris: Prancis telah menjanjikan bantuan kepada Indonesia setelah gempa bumi dan tsunami Jumat 28 September di Pulau Sulawesi.  Jumlah korban jiwa bertambah menjadi 844 orang. Angka itu bertambah dibanding data kemarin sebanyak 832 orang.
 
Tiga warga Prancis dan seorang lagi asal Korea Selatan di antara korban yang masih yang hilang.
 
Baca juga: Korban Jiwa Bertambah Menjadi 844 Orang.
 
"Prancis bergandengan dengan Indonesia dalam cobaan ini dan siap memberi dukungan dalam koordinasi dengan pihak berwenang Indonesia," kata pernyataan Presiden Emmanuel Macron seperti dilansir dari RFI, stasiun radio Prancis, Senin 1 Oktober 2018.
 
Presiden Prancis menyatakan 'kesedihan dan solidaritas' darinya bagi Indonesia dan korban gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR).
 
Prancis mengirim pesawat transportasi militer buat mengirim bantuan ketika Pulau Lombok di Indonesia dilanda gempa bumi pada Agustus.
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan pada Minggu bahwa sejauh ini, hampir semua kematian tercatat di Palu, dua hari setelah gelombang setinggi 1,5 meter menghantam kota berpopulasi 350.000 jiwa. Sebelas korban tewas tercatat di wilayah Donggala di utara Palu. Ratusan lainnya terluka dan ribuan rumah serta bangunan hancur.
 
Beberapa pesawat pemerintah yang mengangkut pasokan bantuan berhasil mendarat di bandara utama di kota Palu, meskipun para pejabat mengatakan kemungkinan akan tetap tertutup untuk sebagian besar penerbangan komersial selama beberapa hari.
 
Satu tim terdiri enam orang yang dikirim oleh mitra lembaga bantuan Save the Children Indonesia harus tiba lewat laut dengan kapal Angkatan Laut dari Makassar, 800 kilometer ke selatan, karena kerusakan pada bandara dan jalan setempat, kata juru bicara Selena Patta kepada RFI.
 
"Selain menilai kebutuhan makanan dan kebersihan, tim juga akan memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak yang kehilangan anggota keluarga dalam bencana," katanya.
 
Pemerintah membuka enam dapur umum yang mampu memproduksi total 36.000 piring nasi sehari dan ribuan kasur, selimut, dan makanan siap saji.
 
Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan militer telah dipanggil guna membantu tim SAR mencari korban dan menemukan jenazah.
 
Banyak penduduk Palu saat ini masih tidur di luar rumah karena takut terjadi gempa susulan.
 
Buka akses bantuan internasional
 
Pemerintah Indonesia menjelaskan memuka akses untuk bantuan internasional masuk membantu korban di Sulawesi Tengah.
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menuturkan sudah dibentuk tim nasional di bawah pimpinan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto untuk mengatur alur bantuan internasional.
 
"Tim nasional telah membentuk satgas untuk memimpin semua proses bantuan search and rescue maupun bantuan lainnya, termasuk dari internasional," tutur Arrmanatha di Jakarta, Senin 1 Oktober 2018.
 
Baca juga: Kemenlu: Indonesia Terima Bantuan Internasional untuk Gempa Sulteng.
 
Menurut Arrmanatha, bantuan tidak semuanya diterima. Pasalnya harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
 
"Bantuan tidak akan semuanya diterima. Karena tergantung dengan kondisi di lapangan, apa yang dibutuhkan di lapangan," ucapnya.
 
Arrmanatha menuturkan sejak hari pertama gempa, penawaran bantuan telah disampaikan beberapa negara sahabat. Mereka, ucapnya, menyampaikan kesiapan memberi bantuan, baik dalam kerangka pencarian dan penyelamatan, rehabilitasi, maupun mengatasi kekurangan yang ada.

 
 
(FJR)