Polisi Geledah Sebuah Rumah di Paris usai Penembakan

Arpan Rahman    •    Jumat, 21 Apr 2017 11:36 WIB
penembakan paris
Polisi Geledah Sebuah Rumah di Paris usai Penembakan
Polisi mengamankan kawasan Champ Elysees, Paris, Prancis, 20 April 2017, setelah terjadinya penembakan yang menewaskan satu aparat. (Foto: Getty)

Metrotvnews.com, Paris: Polisi telah melacak sebuah rumah di pinggiran kota Paris usai seorang pria bersenjata menembaki polisi di jalan Champs-Elysees. 

Penembakan menewaskan seorang perwira dan melukai tiga lain, sebelum akhirnya pelaku ditembak mati.

Kelompok ekstremis Islamic State (ISIS) dengan cepat mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Kamis 20 April 201. Insiden terjadi hanya tiga hari sebelum pemilihan umum presiden.

Keamanan menjadi tema menonjol dalam kampanye pilpres Prancis. Penembakan terbaru ini dipastikan akan memengaruhi keputusan pemilih. Beberapa calon presiden membatalkan atau menjadwal ulang acara kampanye terakhir mereka menjelang pilpres putaran pertama pada 23 April mendatang. 

Para penyelidik menggeledah sebuah rumah pada Jumat 21 April 2017 pagi, yang berlokasi di daerah pinggiran timur Paris.

Sebuah dokumen polisi yang diperoleh Associated Press mengidentifikasi alamat yang dicari di kota Chelles sebagai rumah keluarga Karim Cheurfi, pria dengan catatan kriminal.

Klaim ISIS

Arsip laporan di surat kabar Prancis Le Parisien menyebutkan, Cheurfi dihukum karena menyerang seorang perwira polisi pada 2001.

Pihak berwajib berupaya memastikan apakah "satu orang atau lebih" mungkin telah membantu penyerang tersebut, ucap juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis Pierre-Henry Brandet.

Seorang perwira polisi tewas dan dua rekannya terluka parah saat penyerang keluar dari sebuah mobil dan menembakkan senjata otomatis ke petugas di luar toko Marks & Spencer di pusat Champs-Elysees.

Pria bersenjata itu ditembak mati oleh beberapa petugas lainnya. Seorang turis asing wanita juga terluka.

Klaim dari ISIS keluar hanya beberapa jam setelah serangan. 

Dalam sebuah pernyataan dari kantor berita Amaq, ISIS menamakan pelaku sebagai Abu Yusuf al-Beljiki, yang mengindikasikan bahwa dia orang Belgia atau pernah tinggal di Belgia.


(WIL)