Politikus Inggris Anggap Kekuatan Militer Tak Bisa Kalahkan ISIS

Arpan Rahman    •    Rabu, 21 Sep 2016 09:46 WIB
isis
Politikus Inggris Anggap Kekuatan Militer Tak Bisa Kalahkan ISIS
Kelompok militan ISIS harus diatasi tidak hanya dengan cara militer (Foto: BBC)

Metrotvnews.com, London: Lambannya kemajuan politik di Irak dan Suriah berisiko merusak operasi militer terhadap militan Islamic State (ISIS). Seorang anggota parlemen Inggris memperingatkan hal itu.
 
Komite Pertahanan dalam Parlemen Inggris (Commons Defence Committee) mengatakan, serangan udara Inggris terhadap ISIS, yang juga disebut 'Daesh', di Irak telah efektif dalam membantu untuk merebut kembali dan terus menduduki wilayah itu.
 
Tapi tanpa reformasi politik, dikatakan, Daesh bisa bangkit kembali atau diganti dengan kelompok-kelompok militan lainnya.
 
Pernyataan itu juga memperingatkan Daesh atau ISIS bisa bermigrasi ke Afrika atau Asia untuk membentuk afiliasi.
 
Inggris telah mengambil bagian dalam serangan udara terhadap gerilyawan di Irak sejak 2014 dan Parlemen mengesahkan kelanjutannya untuk Suriah, tahun lalu.
 
Dalam laporannya, komite mengatakan ada 550 misi angkatan udara Inggris (RAF) di Irak sejak Desember 2015 dan 65 di Suriah.
 
Disebutkan, kemajuan besar sedang berlangsung di Irak di mana Inggris juga memainkan peran sangat penting dalam melatih pasukan Irak.
 
Rincian perlawanan
 
Tapi situasi di Suriah lebih rumit mengingat sifat dari pemerintahann Presiden Bashar al-Assad dan kurangnya kejelasan tentang kekuatan oposisi yang beroperasi di sana.
 
Komite mengatakan, telah meminta rincian keterangan dari pemerintah tentang kelompok-kelompok oposisi di Suriah. Sesuai dengan komentar David Cameron tahun lalu bahwa ada 70.000 pasukan moderat yang tidak selaras dengan ISIS atau rezim.
 
Para anggota parlemen mengatakan keengganan pemerintah untuk mengidentifikasi semua kelompok bisa dimengerti mengingat risiko rahasia intelijen jatuh ke tangan rezim.
 
Tetapi mereka mengatakan kegagalan pemerintah untuk memberikan rincian dapat merusak klaimnya bahwa aksi di Suriah adalah dukungan 'serangan pasukan darat yang moderat dan dapat dipercaya'.
 
Perbedaan antara usaha yang dimasukkan ke dalam upaya militer dan stabilisasi "bersangkut-paut", kata komite. Ditambahkan bahwa prioritas jangka pendek yang diberikan untuk pekerjaan diplomatik dan pembangunan "tidak meyakinkan kita tentang masa depan jangka panjang Irak."
 
Julian Lewis, anggota parlemen dari Partai Konservatif yang memimpin komite, mengatakan, Inggris harus fokus pada risiko ISIS berkembang biak menjadi gerakan internasional.
 
"Dengan asumsi Daesh terperonyok di kedua negara (Irak dan Suriah-Red), kita harus fokus juga pada apa yang terjadi berikutnya -- baik di negara-negara lain ke mana mereka dapat bermigrasi dan di Suriah terutama di mana tidak ada kependekan dari kelompok-kelompok Islam lainnya (selain ISIS), sama berbahayanya, yang berencana untuk mengambil kendali," sebut Lewis, seperti dikutip BBC, Rabu (21/9/2016).
 
Komite juga meminta pemerintah untuk memberi informasi lebih lanjut tentang target serangan udara di Suriah ke dalam domain publik, dalam rangka "membenarkan dan memvalidasi" kebijakan aksi militer.

 
 

(FJR)