Jerman Klaim Gagalkan Teror Serangan Biologis

Willy Haryono    •    Rabu, 20 Jun 2018 18:11 WIB
terorismeisisjerman
Jerman Klaim Gagalkan Teror Serangan Biologis
Kepolisian Jerman bersiaga di sebuah gereja di Berlin, 3 Juni 2018. (Foto: AFP/TOBIAS SCHWARZ)

Berlin: Jerman mengklaim telah berhasil menggagalkan rencana aksi teror serangan biologis usai menangkap seorang pria Tunisia, yang memiliki racun jenis ricin dan berbagai bahan pembuat bom.

"Persiapan yang sangat matang telah dibuat untuk melancarkan aksi dengan bom biologis. Ini merupakan kali pertamanya di Jerman," ujar Kepala Kepolisian Nasional Jerman Holger Muench kepada radio ARD, Rabu 20 Juni 2018.

Pada 12 Juni, kepolisian Jerman menggerebek sebuah kamar di apartemen Cologne, yang dihuni seorang imigran berusia 29 tahun asal Tunisia. Di sana, petugas menemukan "zat beracun" yang kemudian diidentifikasi sebagai ricin.

Surat kabar Der Spiegel menghadirkan artikel yang menyebut pria itu kemungkinan telah mengikuti instruksi kelompok militan Islamic State (ISIS) untuk membuat bom ricin.

"Kami sudah mengawasi orang ini sejak beberapa bulan lalu. Kemudian muncul bukti yang menghubungkan dirinya dengan Islamic State," sebut Muench.

Media Bild menyebut, kepolisian Jerman mendapatkan informasi mengenai imigran tersebut dari Agensi Intelijen Pusat (CIA) berdasarkan riwayat pembelian sejumlah barang di internet.

Jerman masih berada dalam status waspada tinggi usai terjadinya serangkaian aksi teror yang diklaim ISIS. Salah satu aksi terjadi pada 2016, saat sebuah truk menabrak kerumunan orang di pasar natal di Berlin yang menewaskan 12 orang.


(WIL)