Pakar Senjata Kimia Tiba di Douma Rabu Besok

Willy Haryono    •    Selasa, 17 Apr 2018 09:52 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Pakar Senjata Kimia Tiba di Douma Rabu Besok
Pasukan Rusia memeriksa amunisi yang tak terpakai di Douma, Suriah, 16 April 2018. (Foto: AFP/LOUAI BESHARA)

Moskow: Rusia mengatakan tim pakar senjata kimia akan tiba di Douma pada Rabu 18 April untuk menyelidiki dugaan penggunaan gas beracun. Pengumuman dilayangkan saat Amerika Serikat (AS) menyuarakan kekhawatiran Moskow telah "merekayasa" bukti di lokasi kejadian. 

Seperti dilansir AFP, Rusia mengecam tuduhan tersebut, dan menyebutnya sebagai sebuah "kebohongan yang dilakukan secara terang-terangan."

AS, Prancis dan Inggris yang melancarkan serangan ke Suriah pada 14 April, bersitegang dengan Rusia dalam sesi pertemuan darurat di markas besar Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag, Belanda. 

Dubes Prancis untuk Belanda Philippe Lalliot menyerukan agar komunitas dunia bersama-sama membantu OPCW dalam membongkar program senjata kimia Suriah.

Ia menambahkan, bahwa "kita semua juga tahu Suriah telah menjalankan program rahasia senjata kimia sejak 2013." Ia merujuk pada tahun dimana Suriah akhirnya bergabung dengan OPCW dan mengakui telah menyimpan sejumlah senjata kimia. 

Sementara itu Direktur OPCW Ahmet Uzumcu mengatakan tim pakar beranggotakan sembilan orang telah mencapai Damaskus. Namun sejauh ini, "tim belum dapat dikerahkan ke Douma."

Uzumcu mengatakan otoritas Suriah dan Rusia telah mengingatkan OPCW bahwa "isu keamanan harus terlebih dahulu diselesaikan sebelum ada pengerahan apapun" ke Douma.

Igor Kirilov, kepala unit perlindungan radiologi, biologi dan kimia asal Rusia, mengatakan kepada awak media bahwa sejumlah ruas jalan di Douma harus terlebih dahulu dibersihkan dari ranjau. 

Setelah dibersihkan, jalanan itu kemudian akan diuji coba keamanannya oleh tim keamanan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

"Rabu mendatang adalah rencana kami mendatangkan tim ahli OPCW," sebut Kirilov, dalam konferensi pers di Kedubes Rusia di Den Haag. 




(WIL)