RI-Swedia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ristekdikti

Sonya Michaella    •    Rabu, 04 Oct 2017 13:26 WIB
indonesia-swedia
RI-Swedia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Ristekdikti
Penandatangan ini dilakukan langsung oleh dua Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dua negara, dari Indonesia yakni Mohamad Nasir dan dari Swedia, Helene Hellmark Knutsson. (Foto:MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia dan Swedia sepakat untuk meningkatkan kerja sama dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi.

Penandatangan ini dilakukan langsung oleh dua Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dua negara, dari Indonesia yakni Mohamad Nasir dan dari Swedia, Helene Hellmark Knutsson.

“Pendidikan tinggi Swedia kini masuk 500 besar dunia. Jadi Indonesia perlu belajar banyak dari Swedia untuk memperbaiki sistem pendidikan tinggi di sini,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir kepada awak media di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

“Kolaborasi bersama tentu diperlukan. Kita juga ada rencana untuk mengundang profesor-profesor hebat dari Swedia untuk ke Indonesia dalam rangka meningkatkan kerja sama internasional di pendidikan tinggi,” lanjut dia.

Berbicara mengenai bidang riset dan teknologi, Indonesia dan Swedia sama-sama memiliki riset soal pesawat terbang. Nasir mengatakan, hal ini akan dikembangkan nantinya.

“Penandatangan MoU ini juga tak lepas dari dorongan dan usaha kedua duta besar dari masing-masing negara yaitu Duta Besar RI di Swedia Bagas Hapsoro dan Duta Besar Swedia di Jakarta Johanna Brismar Skoog,” tutur dia.

Nasir mengungkapkan, tujuan nota kesepahamam ini adalah untuk mempromosikan bidang risetdikti kedua negara dan juga meningkatkan hubungan bilateral.

Kedua negara, saat ini, kian memahami kepentingan bersama untuk mempromosikan dan mendorong kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Kerja sama ini akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan riset, teknologi dan pendidikan tinggi serta pertumbuhan ekonomi nasional, pembangunan berkelanjutan dan pembangunan sosial dua negara. 





(WAH)