Wayang Keroncong Raih Penghargaan Festival Boneka di Rusia

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 09 Nov 2017 20:09 WIB
indonesia-rusia
Wayang Keroncong Raih Penghargaan Festival Boneka di Rusia
Penampilan wayang keroncong kelompok teater asal Bandung, Behind The Actors (Foto: Dok.KBRI Moskow).

Moskow: Penampilan wayang keroncong kelompok teater asal Bandung, Behind The Actors, berhasil memukau para juri dan penonton dalam ajang Red Mood Festival. 

Karena keunikannya, wayang keroncong kemudian menyabet penghargan the Best Puppet Maker dalam ajang yang diselenggarakan di Moskow, pada 3 hingga 5 November lalu.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas kiprah Behind The Actors yang secara tidak langsung turut memerankan diplomasi budaya Indonesia di Rusia.
 
Keunikan dan keragaman budaya Indonesia sangat digemari masyarakat Rusia, seperti wayang golek ini dan juga bahkan wayang kulit yang pernah dipentaskan di Festival Indonesia. Masyarakat Rusia pada dasarnya menyukai karya-karya klasik," kata Duta Besar Wahid saat menerima kelompok Behind The Actors di KBRI Moskow, seperti dikutip dari keterangan KBRI Moskow yang diterima Metrotvnews.com, Kamis, 9 November 2017.

Red Mood Festival merupakan festival boneka internasional yang telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut. Sejumlah negara sudah pernah ambil bagian dalam festival yang diadakan di Red Theatre. Negara yang pernah ikut serta, di antaranya Belarus, Belgia, Yunani, Prancis, dan Georgia.
 
"Untuk pertama kalinya di Rusia kami partisipasi memenuhi undangan Red Theatre dan kami bersyukur atas apresiasi besar yang diberikan kepada kami," ujar Honey Rosalynda Mayne, produser Behind The Actors.
 
Pertunjukkan wayang keroncong merupakan permainan wayang golek dengan iringan musik keroncong. Dalam pertunjukkan ini dibawakan lakon “Kumbakarna Pejah”.

Lakon ini sangat menghibur para penonton, termasuk anak-anak yang memenuhi gedung pertunjukan. Wayang-wayang golek yang dimainkan oleh dalang Atjep Hidayat, didukung Asep Budiman sebagai sutradara sekaligus aktor, Hendra Permana sebagai manajer-aktor dan Syarif Maulana sebagai penata musik menarik perhatian penonton.
 
Uniknya, semua anggota juri adalah murid-murid Sekolah Teater dan mereka juga mewawancarai para artis pertunjukkan. "Kita kagum anak-anak itu cukup profesional dan sangat obyektif," tambah Syarif Maulana yang juga dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.
 
Setelah pertunjukkan selesai, tidak sedikit penonton, khususnya anak-anak yang mengerubungi Behind The Actors untuk memegang wayang golek, mencoba memainkannya dan bahkan berfoto bersama. Ada juga yang mengajukan berbagai pertanyaan mengenai wayang golek, cara pembuatannya, hingga memainkannya.   
 
Selain Behind The Actors, Red Mood Festival yang keempat ini diikuti juga oleh berbagai kelompok teater, yaitu Sacvoyage, Trilika, dan Hello! dari Rusia dan The Home of The Sun dari Belarus. Sebelumnya, Behind The Actors sudah pernah mengikuti berbagai festival di Taiwan, Vietnam, Turki, dan Swedia.


(FJR)