Bill Gates Khawatir Serangan Biologi Dapat Tewaskan Jutaan Orang

Willy Haryono    •    Jumat, 21 Apr 2017 19:11 WIB
terorisme
Bill Gates Khawatir Serangan Biologi Dapat Tewaskan Jutaan Orang
Bill Gates dalam pertemuan WEF di Davos, Swiss, 19 Januari 2017. (Foto: REUTERS/RUBEN SPRICH)

Metrotvnews.com, London: Serangan teroris dengan menggunakan senjata biologi yang dapat menewaskan hingga 30 juta orang kini semakin mungkin terjadi, ungkap orang terkaya di dunia Bill Gates. 

Pendiri perusahaan Microsoft itu mengatakan kepada kantor berita The Telegraph bahwa sebuah serangan dengan menggunakan virus menular seperti cacar dapat lebih banyak orang ketimbang senjata nuklir. 

"Terorisme dengan menggunakan senjata biologi lebih mengancam ketimbang wabah," ucap Gates, sebelum berpidato di Royal United Services Institute (RUSI) di London, Inggris, seperti dikutip newsweek.com, Kamis 20 April 2017. 

"Segala kemajuan di bidang biologi mempermudah teroris menciptakan ulang cacar, penyakit fatal yang sangat menular," sambung dia. 

"Saat Anda berpikir mengenai hal yang dapat membunuh 10 juta orang, bahkan senjata nuklir pun tidak akan dapat mencapai level tersebut. Jadi, risiko terbesar adalah dari wabah natural atau serangan dengan menggunakan senjata biologi," tegas Gates

Baik itu wabah alami atau serangan teroris dengan menggunakan senjata biologi, tambah Gates, korban jiwa yang mungkin ditimbulkannya dapat mencapai lebih dari 30 juta orang dalam kurun waktu kurang dari setahun. 

Modifikasi Gen

Yayasan amal Gates menyediakan pendanaan bagi para peneliti untuk mengidentifikasi secara cepat sejumlah wabah penyakit. 

Pada November, Presiden Dewan Penasihat Sains dan Teknologi (PCAST) mengirimkan surat kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama berisi peringatan akan munculnya bentuk baru dari serangan terors dengan menggunakan senjata biologi. 

"Meski perkembangan teknologi di bidang biologi merupakan hal menggembirakan, tapi hal itu juga berpotensi menimbulkan kerusakan yang dapat dieksekusi oleh negara atau individu kompeten," tulis PCAST. 

PCAST mengingatkan bahaya dari teknologi penyuntingan gen seperti CRISPR. Teknik tersebut disebut-sebut sebagai salah satu terobosan ilmiah dalam beberapa hari terakhir, di mana ilmuwan kini dapat memotong dan mengganti rangkaian DNA. 

Sejumlah pakar PCAT mengingatkan CRISPR dapat digunakan untuk menciptakan virus yang dapat memodifikasi gen induk untuk mengganggu fungsi penting tubuh. Lewat CRISPR, seseorang dapat menciptakan virus yang mampu mengabaikan sistem imunitas manusia.


(WIL)