Paus Fransiskus Minta Maaf atas Pembantaian di Rwanda

Willy Haryono    •    Senin, 20 Mar 2017 23:48 WIB
paus fransiskus
Paus Fransiskus Minta Maaf atas Pembantaian di Rwanda
Paus Fransiskus (tengah) bersama Presiden Rwanda Paul Kagame (kiri) dan istrinya Jeannette Nyiramongi di Vatikan, 20 Maret 2017. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Vatikan: Paus Fransiskus meminta atas peran Gereja Katolik dalam pembantaian di Rwanda pada 1994, di mana 800 ribu orang dibantai dalam aksi kekerasan selama 100 hari. 

"Dosa dan kegagalan gereja beserta anggotanya telah mencoreng wajah Katolik," kata Fransiskus, seperti dikutip Guardian, Senin 20 Maret 2017. 

Berbicara setelah bertemua Presiden Rwanda Paul Kagame, Vatikan mengakui bahwa beberapa pastor dan biarawati Katolik telah "tenggelam dalam kebencian dan kekerasan" saat pembantaian terjadi di tahun 1994. 

Menurut Vatikan, Fransiskus "mengekspresikan keinginan bahwa pengakuan atas kegagalan gereja pada saat itu, dapat berkontribusi kepada pembersihan memori dan mendorong kepercayaan baru untuk masa depan yang damai."

Antara April dan Juni 1994, sekitar 800 ribu etnis Tutsi dan Hutu yang moderat dibunuh ekstremis Hutu dalam gelombang aksi kekerasan yang dipicu kematian Presiden Rwanda saat itu, Juenal Habyarimana. Ketika itu, presiden tewas usai pesawatnya ditembak jatuh. 

Gelombang kekerasan menyebar dari ibu kota, Kigali, hingga ke seluruh pelosok negeri yang didorong pasukan pengaman presiden dan propaganda di radio.

Pembantaian dipimpin sebuah grup bernama interahamwe, yang juga mendorong warga sipil untuk bergabung. Dalam beberapa kasus, personel militer Rwanda memaksa Hutu untuk membunuh tetangga Tutsi mereka.

Sekitar 200 pastor dan biarawati - Tutsi dan Hutu - berada di deretan korban pembantaian. Namun ada juga beberapa pastor dan biarawati yang menjadi bagian atau terlibat langsung dalam pembantaian. 

Tahun lalu, petinggi Katolik di Rwanda memaafkan "semua kesalahan gereja" semasa pembantaian. 


(WIL)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

20 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA