Lima Migran Ditembak dalam Perkelahian di Calais

Willy Haryono    •    Jumat, 02 Feb 2018 16:48 WIB
imigran gelap
Lima Migran Ditembak dalam Perkelahian di Calais
Sebuah mobil polisi terparkir di Calais, Prancis. (Foto: AFP)

Calais: Sedikitnya lima migran ditembak petugas di kota Calais, Prancis, Kamis 1 Februari 2018. Mereka ditembak saat terlibat perkelahian massal antara migran asal Afghanistan dengan Eritrea. 

Menurut laporan kantor berita AFP, empat pemuda asal Eritrea, berusia antara 16 hingga 18 tahun, berada dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. 

Korban lima terpaksa dibawa ke kota Lille karena luka-luka yang terlampau parah. 

Kantor kejaksaan lokal melaporkan sedikitnya 13 orang lainnya juga terluka terkena "hantaman besi" dalam perkelahian massal. 

Penyebab bentrokan dua kubu migran belum diketahui, namun perkelahian awal terjadi pada siang hari waktu setempat. Perkelahian pecah saat para migran sedang mengantri jatah bantuan makanan. 

Sekitar 100 migran asal Eritrea dan 30 dari Afghanistan terlibat dalam perkelahian tersebut, yang berlangsung lebih kurang dua jam. Bentrokan pecah saat seorang migran asal Afghanistan menembakkan senjata api. 

Perkelahian kedua terjadi tak lama di area industri sekitar lima kilometer dari Calais. Sekitar 150 hingga 200 Eritrea yang menggunakan tongkat besi menyerang 20 migran Afghanistan. 

Bentrokan susulan terjadi lagi di sebuah titik pendistribusian makanan di Calais, yang berdiri tidak jauh dari bekas kamp ternama Jungle. 

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb mengunjungi Calais pada malam hari dan mengatakan bentrokan ini sangat serius. Salah satu korban yang terluka paling parah terkena tembakan senjata api di bagian belakang leher. 

"Terjadi eskalasi aksi kekerasan yang tidak dapat diterima masyarakat Calais serta para migran," tutur Collomb.


(WIL)