Penduduk Inggris Ingin Tetap di Uni Eropa

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 30 Jul 2018 21:00 WIB
inggrisbrexit
Penduduk Inggris Ingin Tetap di Uni Eropa
Ilustrasi Brexit. (Foto: Hargreaves Lansdown).

London: Dua pertiga penduduk Inggris berpikir pemerintahan akan berakhir dengan kesepakatan Inggris meninggalkan Uni Eropa (Brexit) awal tahun depan. Karena hal tersebut, mereka memilih agar negaranya kembali ke Uni Eropa.

Kurang dari delapan bulan sampai Inggris meninggalkan Uni Eropa, Perdana Menteri Theresa May belum menemukan proposal untuk mempertahankan hubungan ekonomi yang menyenangkan kedua belah pihak.

Dari hasil jajak pendapat Sky News, Senin 30 Juli 2018, 48 persen mengatakan mereka lebih suka Inggris tinggal di Uni Eropa, sementara 27 persen akan memilih pergi tanpa kesepakatan, sedangkan 13 persen lainnya memilih kesepakatan pemerintah.

Pendapat ini diambil dari 1.466 pelanggan Sky Online antara 20 hingga 23 Juli.

"May ingin Inggris Brexit tanpa kesepakatan, dan hal itu bisa membuat negara ini jatuh ketika keluar dari Uni Eropa tanpa perjanjian perdagangan," kata salah seorang penduduk.

Sementara itu, pada jajak pendapat terpisah Jumat lalu, menunjukkan proposi pemilih mendukung referendum pada kententuan akhir dari kesepakatan Brexit.

May telah berulang kali mengesampingkan pemungutan suara publik mengenai Brexit. Dia tetap berpegang pada hasil referendum Juni 2016 lalu, di mana 51,9 persen suara mendukung Inggris keluar dari Uni Eropa.

Lawan-lawannya di Parlemen, terutama dari Partai Buruh memilih tidak mengadvokasi referendum kedua. Hal ini berarti meski dukungan dan kampanye untuk pemungutan suara meningkat, namun tidak ada jalan jelas bagi seseorang untuk mengambil alih tempatnya.

Meski demikian, potensi pergolakan politik tetap ada. May dinilai harus mencari cara untuk mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa dan menolak rencana yang dia sukai untuk perdagangan.

Inggris direncanakan akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret 2019 mendatang.


(FJR)