Jerman Klaim Jadi Negara Terpopuler Pilihan Pelajar Indonesia

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 04 Oct 2017 13:10 WIB
indonesia-jerman
Jerman Klaim Jadi Negara Terpopuler Pilihan Pelajar Indonesia
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Michael Freiherr von Ungern-Sternberg (kanan) dan mantan Presiden RI B. J. Habibie (Foto:MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sudah 27 tahun lamanya Tembok Berlin, yang memisahkan Jerman Barat dan Timur, dihancurkan. Kejadian kala itu diperingati sebagai Hari Penyatuan Jerman.

Kedutaan Besar Jerman di Indonesia turut merayakan reunifikasi ini di Jakarta. Mengundang segenap pejabat negara dan perwakilan diplomatik negara lain, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Michael Freiherr von Ungern-Sternberg, menuturkan negaranya berharap hubungan dengan Indonesia semakin kuat.

"Hari ini, kami merayakan 27 tahun penyatuan Jerman. Pemilu Jerman baru saja dilakukan beberapa hari lalu dan tentunya hubungan dua negara tidak akan berubah, malah terus berkembang ke arah yang stabil dan positif ke depannya," ujarnya di Hotel Kempinski Indonesia, Selasa 3 Oktober 2017.

Dalam kesempatan ini, Michael mengklaim Jerman sebagai negara terpopuler bagi pelajar Indonesia yang ingin mengenyam pendidikan di luar negeri. Menurut dia, pendidikan merupakan hal krusial bagi pertumbuhan ekonomi.

"Pendidikan menjadi pusat bagi pertumbuhan ekonomi di segala bidang. Karenanya hal ini menjadi satu hal penting. Meningkatnya pelajar Indonesia yang berkuliah di universitas di Jerman, menjadikan Jerman sebagai negara favorit pilihan pelajar Indonesia yang mau belajar di luar negeri," imbuhnya.

Menurutnya, pelajar Indonesia yang belajar di Jerman tahun 2016 mencapai empat ribu orang. Angka ini naik 56 persen dari tahun sebelumnya.

Didorong adanya peningkatan minat belajar pelajar Indonesia ke Jerman, pemerintah kedua negara melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pelatihan pendidikan. Menurutnya, investasi ilmu lebih penting dari apapun.

"Investasi ini menjadi hal yang sangat menguntungkan, tak hanya bagi Jerman, namun juga bagi Indonesia. Kedua negara diuntungkan oleh siswa tersebut, dan salah satu contoh yang paling hebat adalah mantan Presiden Indonesia BJ. Habibie," tuturnya.

Bacharuddin Jusuf Habibie adalah Presiden ke-3 Indonesia yang mengenyam pendidikan di Jerman. Dia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, Jerman Barat.

Dia juga pernah bekerja di  Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Soeharto.

Acara Hari Penyatuan Jerman dihadiri pula Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dan beberapa perwakilan diplomatik dari negara sahabat di Indonesia. 

 


(WAH)