Belanda Selidiki Hilangnya Bangkai Kapal Perang di Laut Jawa

Sonya Michaella    •    Kamis, 17 Nov 2016 08:48 WIB
belanda
Belanda Selidiki Hilangnya Bangkai Kapal Perang di Laut Jawa
HNLMS Kortenaer tenggelam di Laut Jawa jadi kekalahan telak Belanda dari Jepang (Foto: Guardian)

Metrotvnews.com, Den Haag: Sebuah penyelidikan internasional telah dilakukan terkait hilangnya tiga bangkai kapal Perang Dunia II milik Belanda yang lenyap secara misterius di Laut Jawa.

Kementerian Pertahanan Belanda telah mengonfirmasi bahwa bangkai dua kapal perang yang tenggelam pada 1942 telah benar-benar hilang. Sementara, satu bangkai kapal perang diyakini juga hilang, namun masih dalam penyelidikan.

Dilansir Guardian, Kamis (17/11/2016), bangkai kapal pertama kali ditemukan secara utuh oleh penyelam amatir pada 2002 silam. Namun, ekspedisi baru yang memperingati 75 tahun Pertempuran Laut Jawa, mengonfirmasi bahwa bangkai kapal tersebut hilang.

Sementara, jejak dari bangkai kapal di dasar laut pun sudah tidak ada. "Bangkai kapal HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java tampaknya sudah benar-benar hilang. Sepotong bangkai kapal dari HNLMS Kortenaer juga hilang," demikian bunyi pernyataan dari Kemenhan Belanda.


HNLMS De Ruyter yang tenggelam di Laut Jawa/Guardian

"Penyelidikan telah diluncurkan untuk melihat apa yang terjadi, kabinet juga sudah diberitahu. Pengambilan bangkai kapal tanpa izin adalah pelanggaran serius," lanjut pernyataan itu lagi.

Tiga kapal perang Belanda tersebut adala kekalahan telak Belanda, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia saat melawan Jepang pada Februari 1942. Pertempuran Laut Jawa adalah salah satu pertempuran perang yang besar dan menyebabkan kependudukan Jepang di seluruh Hindia Belanda.

Sekitar 2.200 orang tewas, termasuk 900 warga Belanda dan 250 orang Indonesia berketurunan Belanda. Laut sekitar Indonesia, Singapura dan Malaysia adalah 'kuburan' bagi lebih dari 100 kapal perang dan kapal selam selama perang berlangsung.

Selama bertahun-tahun, memang banyak sekali 'pemulung' yang diam-diam menyelam untuk mencuri bagian dari bangkai kapal, seperti baja, alumunium dan kuningan.

Sebuah sekolah menyelam di Malaysia pun sempat mengatakan, tiga tahun lalu, bahwa bangkai kapal diledakkan diam-diam oleh orang-orang yang menyamar sebagai nelayan untuk mencuri bagian-bagiannya.

Dua tahun lalu, militer AS pun menyatakan bahwa ada yang tidak beres dari bangkai kapal USS Houston yang tenggelam saat Pertempuran Selat Sunda di Laut Jawa. USS Houston menjadi 'kuburan' bagi hampir 650 pelaut dan marinir.


(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA