Gempa Kuat kembali Guncang Italia Tengah

Arpan Rahman    •    Kamis, 03 Nov 2016 12:25 WIB
gempa italia
Gempa Kuat kembali Guncang Italia Tengah
Dampak kerusakan gempa bumi di Norcia, Italia, 2 November 2016. (Foto: AFP/FILIPPO MONTEFORTE)

Metrotvnews.com, Perugia: Gempa berkekuatan 5,0 skala Richter (SR) melanda Italia bagian tengah pada Kamis 3 November dini hari. Menurut sumber Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), lokasi gempa berada di kawasan sama dengan guncangan kuat terakhir.

Dikatakan, gempa melanda pukul 1:35 waktu setempat, dengan kedalaman 10 kilometer dan berpusat sekitar 51,5 km di tenggara Perugia.

Dilansir Reuters, Kamis (3/11/2016), gempa bumi berkekuatan 5,5 dan 6,1 mengguncang daerah itu pada 26 Oktober, diikuti gempa 6,6 SR pada Minggu 30 Oktober. Itu merupakan getaran terbesar yang menggoyang Italia selama 36 tahun terakhir.

Kini, dengan kekuatan 5.0 SR, gempa terakhir dianggap moderat, namun mampu menyebabkan kerusakan besar. Kedalamannya yang dangkal berpotensi mengintensifkan gemetar di permukaan bumi.

Senin 31 Oktober,  gempa terkuat di Italia menghancurkan basilika gereja Saint Anthony yang berumur 600 tahun. Gereja ini telah ada sejak abad ke-14.
Gereja ini menjadi tempat berdoa komunitas Katolik internasional dan tiap tahunnya dikunjungi sekitar 50.000 peziarah dari seluruh dunia.

Baca: Mengapa Rentetan Gempa Hantam Italia?

Rentetan gempa bumi berkekuatan dahsyat melanda Italia. Di antaranya, tiga gempa berkekuatan 6 di wilayah Apennines hanya dalam waktu tiga bulan.

Menurut Jonathan Amos, koresponden sains BBC, gambaran besar bisa dipahami dengan cukup jelas. Kekuatan tektonik yang lebih luas di kerak bumi telah menyebabkan lempeng Apennines ditarik secara terpisah pada kisaran sekitar 3mm per tahun -- sekitar 10 kali dari kecepatan di mana kuku Anda tumbuh.

Tapi tekanan ini kemudian tersebar di banyak patahan berbeda yang membelah kawasan pegunungan. Jaringan ini bersifat rumit dan sangat merusak.

Gempa pada Agustus merusak dua patahan yang berdekatan, mulai dari salah satu yang dikenal sebagai Laga dan kemudian merembet ke patahan lain yang disebut Vettore.

Getaran di pertengahan pekan lalu tampaknya telah berlanjut mematahkan ujung utara Vettore. Namun keduanya pada Agustus silam dan tengah pekan lalu, tampaknya hanya bagian atas dari patahan yang telah hancur. Pertanyaan besarnya adalah: apakah segmen yang lebih dalam kini telah retak pula dalam gempa terbaru?

Perdana Menteri Matteo Renzi sudah berjanji bahwa semuanya akan dibangun kembali pascagempa.




(WIL)