Kunjungi Hongaria, APTISI Tandatangani 4 MoU Kerja Sama

   •    Kamis, 18 May 2017 09:51 WIB
indonesia-hongaria
Kunjungi Hongaria, APTISI Tandatangani 4 MoU Kerja Sama
Dubes RI untuk Hongaria Wening Esthyprobo (kiri) menyaksikan penandatanganan MoU antara Aptisi dengan beberapa universitas di Hongaria. (Foto: KBRI Budapest)

Metrotvnews.com, Budapest: Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), yang diketuai Dr. Budi Djatmiko, melakukan kunjungan resmi ke Hongaria pada 15-17 Mei 2017. 

Kedatangan sekitar 19 anggota APTISI di Hongaria utamanya untuk menghadiri Indonesia - Hungarian Rectors Conference 2017 yang diselenggarakan di Universitas Budapest Business School of Applied Sciences (BBS). 

Selain menghadiri Konferensi Rektor, APTISI juga melakukan serangkaian pertemuan dengan mitra dari pihak Hongaria, antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sumber Daya Manusia (SDM), dan Parlemen Hongaria.
 
Selain itu, bersama KBRI Budapest, APTISI berhasil melakukan serangkaian pertemuan penting dan menandatangani tiga MoU dengan berbagai universitas seperti:  Universitas Budapest Business School of Applied Sciences (BBS), Budapest University of Technology and Economics (BME) dan Eszterhazy Karoly University dari kota Eger.  

Tidak semata menjalin kerja sama dengan universitas, delegasi APTISI pada kunjungannya kali ini juga berhasil menandatangani "Letter of Intent" (LoI) dengan Pemerintah Daerah Propinsi Bekes, Hongaria, yang diwakili langsung Gubernur Bekes. 


Rombongan Aptisi bersama jajaran Kemenlu Hongaria. (Foto: KBRI Budapest)

Dubes Wening menilai penting kunjungan APTISI ke Hongaria. "APTISI sebagai wadah lebih dari 4500 Universitas Swasta di seluruh Indonesia memang perlu melihat dan mengambil peluang-peluang kerja sama dengan universitas-universitas di dunia," tutur Dubes Wening, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 18 Mei 2017.

"jika dimanfaatkan sebaik-baiknya, maka peluang tersebut akan memperkaya kualitas dari universitas di Indonesia, baik melalui kerja sama pertukaran pelajar maupun pertukaran pengajar antara Universitas kedua negara" tambahnya. 

Kualitas pendidikan di Hongaria layak dibandingkan dengan universitas-universitas di Eropa Barat dan dunia. Salah satu bukti baiknya kualitas pendidikan di Hongaria adalah banyaknya penemuan dan penerima penghargaan Nobel. 

"Panen penghargaan Nobel sering disabet berbagai universitas Hongaria. Kiranya kita dapat mempelajari hal tersebut dari mereka," pungkas Dubes Wening. 

Selain menghadiri Konperensi Rektor, delegasi APTISI telah diterima Duta Besar Szilveszter Bus, Deputy State Secretary of the Opening to the South dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria, Mr. Laszlo Palkovics, Minister of State for Education dari Kementerian SDM Hongaria, Wakil Ketua Parlemen Hongaria, Janos Latorcai dan Direktur Hungarian National Trading House, Istvan Szalay untuk melakukan pertukaran pandangan mengenai sistem pendidikan kedua negara dan kesempatan-kesempatan kerja sama yang ada antar kedua negara. 

Pada kesempatan pertemuan dengan Menteri Negara Pendidikan, Mr. Palkovics menyampaikan mengenai kemungkinan penambahan kuota beasiswa Stipendium Hungaricum dari pemerintah Hongaria kepada masyarakat Indonesia jika peminat dari Indonesia besar dan memenuhi kualifikasi. 

Hingga saat ini, Stipendium Hungaricum diberikan kepada 50 mahasiswa Indonesia per tahun untuk melanjutkan beasiswa S1, S2 dan S3.


Rombongan Aptisi bersama jajaran Parlemen Hongaria. (Foto: KBRI Budapest)


(WIL)