Indonesia-Inggris Tingkatkan Kerja Sama Pencegahan Pendanaan Terorisme

   •    Kamis, 13 Jul 2017 22:00 WIB
indonesia-inggris
Indonesia-Inggris Tingkatkan Kerja Sama Pencegahan Pendanaan Terorisme
Menlu Retno Marsudi (kanan) bersama Menlu Inggris Boris Johnson di London, 13 Juli 2017. (Foto: Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, London: "Dalam kerangka penanggulangan terorisme, Indonesia dan Inggris akan meningkatkan kerja sama pencegahan pendanaan terorisme," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai pertemuan bilateral dengan Menlu Inggris, Boris Johnson, di London, Kamis 13 Juli 2017.

Kedua Menlu sepakat bahwa ancaman terorisme semakin meningkat di berbagai belahan dunia. Lebih lanjut, Menlu RI juga menyampaikan saat ini terjadi regionalisasi kelompok terorisme dengan semakin banyaknya grup lokal yang berafiliasi kepada Islamic State (ISIS). 

Dalam kaitan ini, Menlu RI menegaskan bahwa kerja sama internasional, termasuk melalui penguatan aturan hukum terkait terorisme menjadi penting. 

"Ancaman terorisme hanya dapat diatasi melalui kerja sama internasional yang efektif," tutur Menlu Retno.
 
Menlu RI juga menyampaikan harapan agar kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara dapat terus ditingkatkan. Saat ini, Pemerintah Inggris tengah menjalani negosiasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). 

Terkait itu, kedua Menlu sepakat pentingnya meningkatkan intensitas kerja ekonomi yang saling menguntungkan pasca Brexit. "Kedua Menlu sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, ekonomi kreatif dan pendidikan," ujar Menlu Retno.

Baca: Sejak Bom Bali, Indonesia dan Inggris Bekerja Sama Melawan Terorisme
 
Pada pertemuan tersebut, Menlu RI menyampaikan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk periode 2019-2020. Menanggapi hal ini, Menlu Inggris melihat Indonesia sebagai negara yang memainkan peranan aktif dan berkontribusi menjaga perdamaian di kawasan maupun dunia.
 
Selain itu, Menlu RI juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Inggris dapat mempermudah proses pemberian visa bagi WNI. Hal ini mengingat jumlah WNI yang berkunjung ke Inggris pada 2016 meningkat sebesar 40 persen menjadi 42.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sebaliknya, Inggris merupakan negara Eropa penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia dengan 328.000 orang tahun lalu.

Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar bagi Indonesia dari negara-negara Eropa dengan nilai USD2,48 miliar pada 2016. Dalam hal investasi, Inggris menempati urutan ke-13 investor terbesar di Indonesia dengan nilai USD306 juta di tahun yang sama.

 


(WIL)