Fillon Klaim Ada Konspirasi untuk Cegah Dirinya Jadi Presiden

Arpan Rahman    •    Rabu, 15 Mar 2017 18:31 WIB
pemilu prancis
Fillon Klaim Ada Konspirasi untuk Cegah Dirinya Jadi Presiden
Capres Prancis Francois Fillon. (Foto: AFP/CHRISTIAN HARTMANN)

Metrotvnews.com, Paris: Francois Fillon berkata ada rekayasa dan konspirasi politik untuk menjegalnya dalam pemilihan umum presiden Prancis. 

Sehari setelah didakwa dalam kasus penggelapan atas pekerjaan palsu istrinya di parlemen, mantan perdana menteri berusia 63 tahun itu bersikeras tidak bersalah. Ia berpendapat pengadilan digunakan lawan-lawan politiknya menjelang putaran pertama pilpres pada 23 April.

"Keadilan sedang dimanipulasi untuk mencegah saya maju. Saya tidak bersalah," kata Fillon kepada Radio Classique, seperti dikutip Bloomberg, Rabu 15 Maret 2017. 

Keputusan hakim menjadi skenario terburuk bagi Fillon, yang sudah berjanji tetap maju dalam pilpres apapun yang terjadi. Ia juga menghadapi ancaman dari para pejabat partai yang mencari-cari kesalahannya. Seruan yang memaksa Fillon mundur juga muncul kembali. 

Bruno Jeanbart, wakil direktur lembaga survei OpinionWay, mengatakan para pemilih mungkin sudah memperhitungkan dakwaan terhadap Fillon. "Penggembosan telah terjadi," kata Jeanbart.

Fillon menjadi capres favorit sejak awal 2017. Tapi dirinya tersandung sejumlah kasus pada pertengahan Januari, setelah harian Le Canard Enchaine melaporkan bahwa ia mempekerjakan istrinya selama bertahun-tahun sebagai asisten parlemen dengan bayaran total hampir 1 juta euro (setara USD1,1 juta). Media itu menyebut istri Fillon tidak benar-benar bekerja di parlemen.



Jika Fillon terpilih sebagai presiden pada Mei, ia akan dilindungi kekebalan hukum selama lima tahun. Namun istrinya Penelope tidak akan memiliki perlindungan yang sama, sehingga mungkin bisa diseret ke pengadilan.

Debat pilpres Prancis akan disiarkan di televisi pada 20 Maret 2017. Dinilai sebagai pendebat yang baik, Fillon diyakini akan menyinggung isu pengeluaran dan tunjangan pemerintah untuk menangkis isu pekerjaan istrinya di Parlemen.

"Perdebatan itu bisa menentukan. Jumlah penonton akan membludak kali ini," kata Jeanbart. 


(WIL)