Lisensi FLEGT Beri Keunggulan Komparatif Produk Kayu Indonesia

Fajar Nugraha    •    Selasa, 29 Nov 2016 17:21 WIB
indonesia-uni eropa
Lisensi FLEGT Beri Keunggulan Komparatif Produk Kayu Indonesia
Lisensi FLEGT perluas pasar kayu Indonesia di Uni Eropa (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Brussels: Indonesia makin memiliki peluang besar untuk mendapatkan pasar kayu yang lebih luas di Uni Eropa (UE). Raihan lisensi FLEGT membuka peluang lebih besar bagi Indonesia.
 
Lisensi Forest Law Enforcement Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT), didasarkan atas perjanjian FLEGT-VPA.
 
FLEGT-VPA merupakan perjanjian yang dibuat oleh Uni Eropa (UE) dengan negara mitra yang bertujuan untuk menjamin agar kayu yang diekspor dari negara mitra tersebut berasal dari sumber yang legal dan dihasilkan secara berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip melindungi lingkungan hidup. Perjanjian FLEGT-VPA juga bertujuan untuk membantu negara mitra UE dalam memberantas illegal logging melalui perbaikan tata kelola dan regulasi hutan. 
 
"Dengan diterimanya linsensi FLEGT, kita harus memanfaatkan keunggulan komparatif bagi produk kayu asal Indonesia untuk meraih pasar yang lebih besar di Uni Eropa,” tutur Menlu Retno Marsudi, saat peresmian lisensi FLEGT bersama Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Luar Negeri dan Keamanan Federica Mogherini, dan Komisioner UE untuk urusan lingkungan hidup, kelautan dan perikanan Karmenu Vella, di Brussels, Belgia.


Menlu Retno Marsudi wakili pemerintah terima lisensi FLEGT dari UE (Foto: Dok.Kemenlu RI).


Adanya lisensi FLEGT ini, produk kayu asal Indonesia yang diekspor ke Uni Eropa akan dapat masuk ke pasar Eropa melalui jalur hijau. Peresmian lisensi FLEGT  merupakan momentum penting bagi hubungan Indonesia–UE, sekaligus merefleksikan komitmen kuat Indonesia bagi produk kayu berkesinambungan. Sebagai Negara pertama yang mendapat lisensi FLEGT, produk kayu Indonesia kini memiliki keunggulan komparatif di pasar UE. 
 
"Daya saing dan akses pasar lebih luas yang dimiliki produk kayu Indonesia saat ini harus segera dimanfaatkan sebelum disusul oleh produk kayu dari Negara lain," sebut Menlu Retno, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (29/11/2016).
 
Mantan Dubes RI untuk Norwegia itu juga menyerahkan contoh produk kayu Indonesia yang diproduksi sesuai dengan lisensi FLEGT kepada  Federica Mogherini dan Komissioner Karmenu Vella.
 
Mogherini mengapresiasi upaya Indonesia dalam menerapkan standar yang tinggi dalam perlindungan pembangunan yang berkelanjutan. Sementara Komisioner Vella menambahkan bahwa lisensi ini dapat meningkatkan competitive edge serta akses pasar ke Eropa.
 
Indonesia merupakan salah satu pengekspor produk kayu terbesar ke UE dengan nilai total sekitar 485 juta Euro pada 2015. Sesuai dengan data dari European Timber Trade Federation, terdapat 23 juta hektar hutan yang telah mendapat sertifikasi SVLK, 2.700 pabrik kayu menerima sertifikat SVLK, dan 1.800 eksporter kayu yang menerima sertifikat SVLK di Indonesia.

(FJR)