Inggris Dituduh Usik Kasus Wanita yang Dipenjara di Iran

Arpan Rahman    •    Senin, 13 Nov 2017 20:07 WIB
inggris
Inggris Dituduh Usik Kasus Wanita yang Dipenjara di Iran
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Teheran: Suami seorang wanita Inggris yang dipenjara di Iran mengatakan, pada Minggu 12 November, bahwa istrinya menemukan benjolan di payudaranya. Dia mendesak Pemerintah Inggris meningkatkan upaya untuk membebaskannya.

Richard Ratcliffe mengatakan bahwa istrinya, Nazanin Zaghari-Ratcliffe, pernah ditangani seorang dokter. Namun kini dia sedang berada di "ambang gangguan saraf".

Nazanin Zaghari-Ratcliffe, berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran, berusia 38 tahun, menjalani hukuman lima tahun karena tuduhan merencanakan menggulingkan Pemerintah Iran.

Suaminya berbicara melalui telepon, Minggu, kepada Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson, yang mendapat kecaman karena telah membuat pernyataan yang menyesatkan mengenai kasus tersebut.

Awal bulan ini, Johnson mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Zaghari-Ratcliffe "mengajari warga tentang jurnalistik" saat dia ditahan tahun lalu. Keluarganya dan perusahaan tempatnya bekerja, Thomson Reuters Foundation, bersikeras bahwa dia sedang berlibur membawa anak balita guna menemui kerabatnya di Iran.

Johnson kemudian minta maaf atas komentarnya, namun stasiun penyiaran pemerintah Iran mengatakan bahwa permintaan maafnya adalah pengakuan bersalah secara implisit.

Ratcliffe mengatakan istrinya sudah menangis sedih karena "kebohongan" soal kasusnya di televisi Iran.

Pada Minggu, Menteri Lingkungan Inggris Michael Gove mengatakan: "Saya tidak tahu," ketika ditanya apa yang sedang dilakukan Zaghari-Ratcliffe di Iran, seperti dikutip Arab News, Senin 13 November 2017.

Keluarga dan teman-teman mengaku kebingungan telah membuat Zaghari-Ratcliffe berisiko mendapat hukuman penjara yang lebih lama.

Kesalahan Johnson lantas memicu seruan pengunduran dirinya. Jeremy Corbyn, pemimpin Partai Buruh oposisi, mengatakan Perdana Menteri Theresa May seharusnya memecat Johnson karena "mempermalukan dan merusak negara kita dengan ketidakmampuannya dan pandangan pemberontakan kolonial dan membuat warga negara kita berisiko."

Richard Ratcliffe mengatakan bahwa dia tidak menganggap kasus istrinya akan terbantu dengan pengunduran diri Menlu Inggris. Dia mendesak Johnson untuk berkunjung bersamanya ke Teheran demi mendesak pembebasannya. Mengatakan, pada Minggu, bahwa Menlu tersebut dengan serius mempertimbangkan saran ini.


(FJR)