Konferensi Parlemen Internasional Tegaskan Kerja Sama Perangi Narkoba

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 15:45 WIB
narkobaindonesia-rusia
Konferensi Parlemen Internasional Tegaskan Kerja Sama Perangi Narkoba
Ketua MPR Zulkifli Hasan berada di Rusia membahas kerja sama pemberantasan narkoba (Foto: KBRI Moskow).

Moskow: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyambangi Moskow, Rusia. Dalam pidatonya pada Konferensi Parlemen Internasional di Gedung Parlemen State Duma Rusia, Zulkifli mengimbau dunia internasional untuk lebih mempererat kerja sama dalam memerangi dan memberantas narkotika.
 
"Melalui forum ini, kita semua berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam hal pemberantasan narkotika," serunya dalam pernyataan yang diterima Medcom.id dari Kedutaan Besar RI di Rusia, Rabu, 6 Desember 2017.
 
Zulkifli menyebutkan, penyalahgunaan narkotika dapat merugikan perorangan dan masyarakat, serta merupakan bahaya besar bagi kehidupan manusia dan kehidupan bernegara di bidang politik, keamanan, ekonomi,dan sosial budaya. Karena itu, penyalahgunaan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga tanggung jawab seluruh warga dunia.
 
Pada konferensi tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan upaya dan peran Indonesia dalam pemberantasan narkotika, seperti seruan Presiden Republik Indonesia mengenai perang besar terhadap segala bentuk kejahatan narkotika, tindakan tegas Badan Narkotika Nasional dalam pemberantasan narkotika dan dikeluarkannya produk peraturan perundang-undangan oleh Parlemen Indonesia untuk melawan peredaran narkotika.
 
"Penanggulangan narkotika di Indonesia tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberantasan dan pemberian sanksi hukum, tetapi perlu juga mengedepankan penanaman nilai-nilai luhur bangsa Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia yang dirangkum dalam empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," tuturnya.
 
Konferensi Parlemen Internasional ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antar parlemen dan memperkuat kerangka hukum internasional dalam memerangi penyebaran dan penggunaan narkotika, pencegahan dan pengobatan pecandu narkotika. Tema yang dibahas dalam konferensi itu, antara lain “Drug Dependence: Modern Approaches to Treatment and Rehabilitation", "Improving the Legislative Regulation on the Fight against Illicit Drug Trafficking", dan "Role of NGOs in Combating the Drug Threat".
 
Berdasarkan data BNN, saat ini pengguna narkotika di Indonesia sekitar 5,9 juta orang dengan rentang usia dari 10 hingga 59 tahun. Peningkatan pengguna mencapai angka 13,6 persen setiap tahun. Dari hasil penelitian tahun 2016, diperoleh fakta bahwa 1,9 persen kelompok pelajar dan mahasiswa, atau 2 dari 100 pelajar menggunakan narkotika. Selain itu, korban meninggal dunia akibat narkotika mencapai 40 hingga 50 orang setiap harinya.
 
Konferensi dibuka oleh Ketua Parlemen State Duma Rusia Vyacheslav Volodin dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi Rusia, seperti Menlu Rusia Sergey Lavrov, Menteri Kesehatan Rusia Veronika Skvortsova dan Direktur United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Yuri Fedotov. Sejumlah pimpinan Parlemen dari 42 negara juga menghadiri konferensi tersebut, antara lain dari Iran, Pakistan, Ekuador dan Uzbekistan.
 
Kehadiran Ketua MPR RI didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi, dan beberapa delegasi anggota MPR RI yang sekaligus anggota DPR RI, yaitu Dessy Ratnasari, Laila Istiana dan Yayuk Basuki, serta Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’aruf Cahyono. 



(FJR)