Ragam Kuliner Nusantara Disajikan di Museum Telekomunikasi Jerman

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 26 Sep 2018 06:25 WIB
kuliner nusantara
Ragam Kuliner Nusantara Disajikan di Museum Telekomunikasi Jerman
Undangan menikmati kuliner asal Indonesia yang disediakan di Museum Telekomunikasi, Berlin, Jerman. dok.KBRI Berlin.

Berlin: Beragam kuliner khas Nusantara memikat hati para perwakilan Jerman. Getuk lindri, sate lilit, ayam betutu, urap, selat solo, ketan hitam es krim vanila, dan putu ayu tersaji di acara Resepsi Hari Kemerdekaan ke-73 Indonesia di Berlin, Jerman.

"Malam ini adalah malam Indonesia. Sebuah kehormatan bagi kami untuk menyuguhkan cita rasa Indonesia kepada para tamu. Cita rasa yang tak hanya memanjakan mata dan telinga anda dengan petunjukan tari dan musik Indonesia, tetapi juga memanjakan lidah anda dengan berbagai kuliner dan minuman khas Indonesia," kata Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno dikutip dari pernyataan KBRI Berlin yang diterima Medcom.id, Selasa, 25 September 2018.

Acara tersebut digelar di Museum Telekomunikasi, Kota Berlin, Jerman. Bingkisan cokelat yang dikemas dengan beragam ikon wisata Indonesia juga dibagikan sebagai buah tangan untuk dibawa pulang.

Acara resepsi diplomatik ini setiap tahun diselenggarakan Perwakilan RI di luar negeri untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini diprioritaskan bagi warga negara asing agar mereka dapat mengenal Indonesia lebih dekat. 

Selain kue dan masakan khas Tanah Air, para tamu juga disuguhkan tiga macam kopi dan bir asal Indonesia. Sajian tersebut menuai banyak pujian, salah satunya dari pejabat Divisi Kebudayaan dan Humas Kemenlu Jerman. 

"Saya sangat menikmati makanan-makanan yang disajikan. Semuanya enak, dan kebetulan saya juga suka pedas, dan makananannya cocok dengan lidah saya," tutur Nadine Rosen, social influencer dan travel blogger asal Jerman.

"Saya sangat terinspirasi untuk datang ke Indonesia setelah menyaksikan tayangan video dan pertunjukan tadi. Dan saya yakin banyak tamu lain yang memiliki tanggapan yang sama dengan saya. Sebuah kemasan yang apik dan brillian dari acara resepsi malam ini. Well done and congratulation for Indonesia," imbuh dia.

Museum Telekomunikasi ini didirikan pada 1898 dan memperoleh penghargaan sebagai bangunan yang baik, murni, dan berkelas. Lokasinya pun sangat strategis. Yakni sekitar 300 meter dari Mall of Berlin dan 500 meter dari Check Point Charli, kawasan elit di Kota Berlin.


(DRI)