Paus Sebut Pemisahan Anak-anak Imigran Tak Bermoral

Fajar Nugraha    •    Kamis, 21 Jun 2018 11:41 WIB
amerika serikatimigran gelappaus fransiskus
Paus Sebut Pemisahan Anak-anak Imigran Tak Bermoral
Seorang anak menangis ketika akan dipisahkan oleh orangtuanya di perbatasan AS-Meksiko 12 Juni 2018 (Foto: AFP).

Vatikan: Paus Fransiskus mendukung uskup-uskup Katolik di Amerika Serikat (AS) yang mengutuk praktik pemisahan anak-anak imigran gelap dari orangtua mereka.
 
Anak-anak yang dipisahkan ini adalah keluarga ditangkap karena menerobos perbatasan Amerika-Meksiko dan masuk ke Amerika secara ilegal.
 
Baca juga: Trump Setop Kebijakan Pemisahan Keluarga Imigran.
 
Paus Fransiskus ditanya tentang kebijakan pemisahan keluarga itu pada Rabu 20 Juni 2018.
 
"saya ingin menegaskan tentang hal-hal ini yaitu bahwa saya menghargai sikap para uskup tersebut," ujar Paus, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis 21 Juni 2018.
 
Kardinal Galveston-Houston Daniel DiNardo, yang mengepalai konferensi uskup di Amerika, pekan lalu mengatakan, 'pemisahan anak-anak dari ibu mereka bukanlah jawaban dan hal itu tidak bermoral.'
 
Paus Fransiskus menegaskan bahwa secara umum sikapnya tentang perkembangan di Amerika itu “sejalan dengan kantor Keuskupan tersebut.”
 
Merujuk pada imigrasi, Paus Fransiskus mengatakan masalahnya "bukan hanya tentang Trump tetapi juga pemerintahan sebelumnya."
 
Kebijakan memisahkan anak-anak dihentikan
 
Perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Trump menyebutkan untuk menghentikan kebijakan memisahkan anak imigran dengan keluarganya di perbatasan AS dan Meksiko.
 
Baca juga: Perintah Eksekutif Trump soal Imigran Berlaku Sementara.
 
Namun, ia menetapkan bahwa keluarga imigran harus ditahan bersama ketika tertangkap masuk ke AS secara ilegal.
 
"Masalah ini muncul bersamaan ketika kami ingin menyatukan keluarga dan memastikan bahwa perbatasan kami juga kuat," kata Trump.
 
Meksiko pun mengutuk sikap Trump tersebut. Mereka menyebut bahwa kebijakan Trump tidak manusiawi.
 
Saat ini, memang terdapat ratusan anak imigran yang ditahan Washington dalam 'kandang' khusus di perbatasan AS-Meksiko.


(FJR)