Demo Pekerja KA di Prancis Picu Kerugian Rp1,6 Triliun

Willy Haryono    •    Senin, 09 Apr 2018 18:17 WIB
politik prancis
Demo Pekerja KA di Prancis Picu Kerugian Rp1,6 Triliun
Seorang pria berjalan di stasiun kereta api Saint-Charles, Marseille, Prancis, 9 April 2018. (Foto: AFP/ANNE-CHRISTINE POUJOULAT)

Paris: Kepala Operator Perusahaan Kereta Api Nasional Prancis SCNF mengatakan unjuk rasa pekerja yang dimulai pekan lalu telah memicu kerugian material hingga sekitar 100 juta euro ata setara Rp1,6 triliun. Unjuk rasa masih berlangsung hingga saat ini.

Senin 9 April 2018 menandai hari keempat unjuk rasa, dimana sejumlah serikat pekerja KA bertekad melanjutkannya hingga 28 Juni mendatang. Para pekerja menuntut pemerintah membatalkan rencana reformasi di tubuh SCNF. 

Jika jadi direformasi, maka pekerja baru SCNF tidak akan menjadi karyawan tetap dan jaminan pensiun seperti yang dinikmati para staf saat ini. SCNF juga akan bertransformasi menjadi perusahaan swasta yang sebagian sahamnya dimiliki negara.

Kepala SCNF Guillaume Pepy mengatakan kepada saluran televisi BFM bahwa demonstrasi pekerja telah merugikan perusahaan sekitar 20 juta euro per hari. Para pekerja KA di Prancis berunjuk rasa selama dua dari lima hari kerja pekan lalu. 

Hanya satu dari lima kereta jenis TGV milik SCNF yang beroperasi hari ini, dan satu dari enam di rute utama lainnya. Sekitar dua per tiga perjalanan kereta regional di Prancis telah dibatalkan akibat demo pekerja. 

Pepy mengonfirmasi partisipasi yang cukup besar dalam unjuk rasa hari ini, meski ketersediaan kereta lebih memadai dari pekan lalu.

"Dari apa yang saya lihat, (transportasi) Prancis tidak lumpuh," ujar Pepy, seperti dikutip AFP. "Namun para klien kami terkena imbas yang cukup parah," lanjut dia.

Presiden Emmanuel Macron, yang belum pernah menyinggung masalah unjuk rasa ini sejak pertama dimulai, berencana berpidato selama satu jam pada Kamis mendatang.


(WIL)