Pakai Burkini, Wanita Muslim Australia Diusir dari Pantai di Prancis

Sonya Michaella    •    Selasa, 20 Sep 2016 08:32 WIB
prancis
Pakai Burkini, Wanita Muslim Australia Diusir dari Pantai di Prancis
Seorang wanita Muslim memakai burkini ketika bersantai di pantai (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Paris: Seorang perempuan Muslim asal Australia mengaku dipaksa untuk meninggalkan sebuah pantai di Prancis karena mengenakan burkini.

Zeynab Alshelh, seorang mahasiswa kedokteran berusia 23 tahun mengatakan kepada media Australia, dia sengaja melakukan perjalanan ke Eropa untuk menunjukkan solidaritas kepada perempuan Muslim di sana.

Seperti dilansir BBC, Selasa (20/9/2016), rekaman yang disiarkan di Channel 7 menunjukkan masyarakat setempat di pantai itu mengatakan mereka akan memanggil polisi jika Alshelh tidak meninggalkan pantai.

Padahal, larangan burkini di beberapa kota Riviera Prancis sudah dibatalkan oleh Mahkamah Agung Prancis, pada bulan Agustus lalu.


Zeynab Alshelh/BBC

Para Wali Kota setempat yang mengeluarkan peraturan itu beralasan, pakaian renang seluruh tubuh adalah simbol Islam dan berpotensi menjadi sesuatu yang provokatif setelah terjadinya kekejaman teror di Nice, Juli lalu.

Zeynab Alshelh mengatakan dia dan keluarganya pergi ke Prancis untuk mempelajari lebih lanjut tentang situasi dan melihat apakah ada yang bisa mereka lakukan untuk membantu gadis-gadis di sana untuk hidup normal.

Pasalnya, larangan memakai burkini -baju renang tertutup penuh bagi wanita Muslim- di Prancis menuai kritik yang cukup keras.

Dengan adanya serangan teror bertubi-tubi di Prancis, 14 kota di Prancis memberlakukan larangan tersebut di pantai-pantai setempat.

Kontroversi memuncak saat beberapa foto yang viral di sosial media menunjukkan petugas polisi bersenjata memaksa seorang wanita yang memakai burkini di sebuah pantai di Nice untuk melepas burkininya.

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls mengatakan burkini mewakili 'perbudakan perempuan' dan larangan itu harus ditangani sehingga tak memperburuk ketegangan antar agama.


(FJR)