Polisi Jerman Tangkap Tiga Terduga Militan ISIS

Willy Haryono    •    Selasa, 13 Sep 2016 17:01 WIB
isis
Polisi Jerman Tangkap Tiga Terduga Militan ISIS
Polisi melakukan penggeledahan di Hildesheim dalam operasi terkait jaringan ISIS di Jerman, 10 Agustus 2016. (Foto: AFP/CHRISTIAN GOSSMANN)

Metrotvnews.com, Berlin: Kepolisian Jerman menangkap tiga warga Suriah yang dituduh sebagai anggota kelompok militan Islamic State (ISIS). 

Lebih dari 200 polisi terlibat dalam penggerebekan di utara Jerman untuk menangkap ketiganya, yang diduga sedang merencanakan serangan atau tengah menanti komando pemimpin. 

Ketiga pria itu teridentifikasi sebagai Mahir al-H, 17, Ibrahim M., 18 dan Mohamed A., 26. 

Oktober lalu, mereka meninggalkan Suriah dan bergerak via Turki serta Yunani -- jalur utama yang digunakan puluhan ribu pengungsi dan imigran -- dan kemudian tiba di Jerman pada pertengahan November.

Mahir dilaporkan telah bergabung dengan ISIS di Raqqa, ibu kota de facto ISIS di Suriah, pada September 2015. Ia disebut telah mendapatkan pelatihan menggunakan senjata api dan bahan peledak. 

Satu bulan setelahnya, Mahir dan dua rekannya membicarakan rencana ke Eropa kepada seorang anggota ISIS "yang bertugas mengkoordinasikan misi dan serangan" di luar Suriah-Irak. 


Bendera hitam khas ISIS.

Di Eropa, "ketiganya diduga hendak mengeksekusi misi atau menunggu instruksi. Sejauh ini belum ada bukti konkret adanya perintah atau instruksi," tulis kantor kejaksaan Jerman, seperti dilansir AFP, Selasa (13/9/2016). 

Dalam penggerebekan di persembunyian ketiganya di Schleswig-Holstein, polisi menemukan paspor palsu, telepon genggam dan sejumlah mata uang dolar AS. 

Surat perintah penangkapan terhadap ketiganya telah dikeluarkan jaksa federal Jerman pada 7 September, yang didasarkan atas data intelijen agensi keamanan domestik. 

Pada Juli, Jerman dilanda dua serangan berdarah yang diklaim ISIS dan dieksekusi oleh imigran. 

Otoritas Jerman mengimbau warga untuk tidak keliru membedakan imigran dengan teroris. Namun, pemerintah juga mengakui kemungkinan adanya sejumlah ekstremis di antara satu juta pencari suaka yang tiba di Jerman tahun lalu. 


(WIL)