Rusia Sepakat Lanjutkan Penerbangan Komersil ke Mesir

Willy Haryono    •    Jumat, 05 Jan 2018 20:42 WIB
pesawat rusia jatuh di mesir
Rusia Sepakat Lanjutkan Penerbangan Komersil ke Mesir
Puing pesawat maskapai Kogalymavia asal Rusia di Sinai, Mesir.. (Foto: AFP )

Moskow: Presiden Vladimir Putin sepakat melanjutkan penerbangan komersil regular dari Rusia ke Mesir setelah sempat dibekukan selama dua tahun. 

Menurut keterangan kantor berita Sputnik, Kamis 4 Januari 2018, keputusan terbaru Putin ini mulai berlaku bagi lalu lintas udara Rusia dengan Mesir pada 2 Januari.

Namun untuk saat ini, Rusia hanya membolehkan penerbangan dari Rusia menuju Kairo, tidak kota-kota lainnya di Mesir. 

Keputusan diambil beberapa pekan setelah protokol kerja sama ditandatangani Menteri Perhubungan Rusia Maxim Sokolov dan Menteri Penerbangan Sipil Mesir Sherif Fathi pada 15 Desember. Mereka sepakat penerbangan langsung antara Moskow dengan Kairo sebaiknya dibuka kembali pada Februari.

Otoritas Mesir mengatakan negosiasi untuk kelanjutan penerbangan dari Rusia ke kota Sharm El-Sheikh dan Hurghada, dua resor yang populer di kalangan turis Rusia, dijadwalkan berlangsung pada April.

Baca: Mesir Peringati Jatuhnya Pesawat Rusia di Sinai

Rusia membekukan semua penerbangan dari dan menuju Mesir pada November 2015, setelah sebuah Airbus A321 jatuh di Semenanjung Sinai. Ketika itu, pesawat tengah meninggalkan Sharm El-Sheikh menuju St. Petersburg.

Tragedi menewaskan 224 orang yang ada di dalamnya. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat tersebut. 

Larangan penerbangan berimbas pada industri pariwisata Mesir, yang merupakan sumber pendapatan utama valuta asing Kairo. Jumlah turis asing yang datang ke Mesir turun sekitar 50 persen di paruh pertama 2016. 

Berdasarkan data pemerintah, warga Rusia adalah grup turis terbesar di Mesir. Sekitar 20 persen dari total turis di Mesir pada 2015 berasal dari Rusia. 

Sejak tragedi di Sharm El-Sheikh, Mesir mengambil sejumlah langkah tegas untuk meningkatkan keamanan di semua bandara.

 


(WIL)