Pemerintah Rusia Enggan Peringati Revolusi Bolshevik 1917

Arpan Rahman    •    Selasa, 07 Nov 2017 17:51 WIB
politik rusia
Pemerintah Rusia Enggan Peringati Revolusi Bolshevik 1917
Massa Partai Komunis Rusia merayakan Revolusi Bolshevik 1917 di Moskow, 7 November 2017. (Foto: AFP/MLADEN ANTONOV)

Metrotvnews.com, Moskow: Hari ini, Selasa 7 November 2017, menandai satu abad Revolusi Bolshevik 1917 di Rusia. Namun pihak berwenang enggan merayakan pemberontakan bersenjata ini, yang mengawali pemerintahan Komunis selama lebih dari 70 tahun.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengadakan, pemerintah Rusia tidak akan menggelar acara khusus apapun hari ini. 

"Apa alasan kita merayakan ini?" Peskov balik bertanya pada wartawan bulan lalu, seperti dikutip AFP, Selasa 7 November 2017.

Peringatan seratus tahun ini adalah peristiwa penting terakhir sebelum pemilihan presiden Rusia pada Maret mendatang. Sejumlah pihak memperkirakan Vladimir Putin akan kembali menjadi presiden.

Partai Komunis Rusia -- oposisi terbesar di parlemen Moskow -- berencana merayakan Revolusi Bolshevik 1917. Partai itu mengatakan slogan dalam peringatan ini adalah "Lenin-Stalin-Kemenangan!" dan "Hidupkan kembali gagasan Lenin!"

Meski diizinkan pemerintah, seperti dikutip TASS, peringatan revolusi di samping patung Karl Marx di dekat Kremlin terbatas hanya untuk 5.000 peserta.

Pemberontakan Bolshevik dimulai pada 25 Oktober 1917 -- yang menurut kalender Gregorian zaman modern tepat 7 November -- setelah sebuah tembakan dilesatkan ke Istana Musim Dingin Rusia oleh kapal penjelajah Aurora.

Banyak warga Rusia modern hampir tidak menyadari peristiwa tersebut pernah terjadi.

Tanggal 7 November masih merupakan hari libur di negara tetangga bekas Soviet, Belarusia, di bawah peraturan kuat dari Presiden Alexander Lukashenko.

Negara pecahan Soviet lainnya, Kirgistan, tahun ini membatalkan libur nasional 7 November.


(WIL)