Fenomena Blue Whale Challenge yang Patut Diwaspadai

Fajar Nugraha    •    Rabu, 03 May 2017 14:18 WIB
kesehatan mental
Fenomena <i>Blue Whale Challenge</i> yang Patut Diwaspadai
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Moskow: Remaja yang rapuh kerap menjadi incaran dari mereka yang sering memanfaatkan demi kepentingan tertentu. Kini muncul tantangan mengerikan dan berujung pada bunuh diri.
 
Tantangan Blue Whale kini patut diwaspadai oleh orangtua. Beredar di sosial media, tantangan ini pertama kali merebak di Rusia.
 
Namun peringatan muncul di negara lain seperti Inggris, Portugal, Brasil dan juga di Dubai. Mulai muncul laporan mengenai remaja yang menyakiti diri mereka sendiri.
 
Di negara asalnya, Rusia, sekitar 130 remaja dikabarkan melakukan bunuh diri setelah mengikuti tantangan mengerikan ini. Tindakan bunuh diri ini berlangsung antara November 2015 hingga April 2016.
 
Apa itu Blue Whale challenge?
 
Tantangan ini beredar secara online, yang diyakini mendorong para pesertanya untuk melakukan bunuh diri. 
 
Seorang kurator, memberikan tugas kepada pesertanya setiap pukul 4.20 pagi. Peserta pun harus menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dan harus diselesaikan selama 50 hari.
 
Menurut The Sun, Selasa 2 Mei 2017, tugas-tugas yang diberikan pun bermacam-macam. Tugas tersebut mulai dari menonton film horor, menyakiti diri sendiri serta bangun tidur di waktu yang tidak biasa.
 
Tetapi hari demi hari tugas yang diberikan makin bertambah ekstrem. Pada hari ke-50, sosok yang memberikan tugas kemudian memerintahkan para remaja yang mengikuti tantangan ini untuk melakukan bunuh diri.
 
Korban Blue Whale
 
Hingga saat ini, Rusia dianggap sebagai negara di mana remaja di negeri tersebut paling banyak menjadi korban tantangan memuakkan ini.
 
Polisi saat ini masih terus melakukan penyelidikan atas tantangan ini, dengan kasus bunuh diri yang dilakukan 130 remaja antara November 2015 hingga April 2016.
 
"Hampir seluruh korban dari tantangan melalui dunia internet ini berasal dari keluarga yang baik-baik serta bahagia," sebut surat kabar Novaya Gazeta.
 
Kasus yang paling menjadi perhatian adalah remaja perempuan berusia 15 tahun, Yulia Konstantinova dan Veronika Volkova yang berusia 16 tahun. Mereka jatuh dari atap apartemen setinggi 14 lantai.
 
Seorang gadis remaja berusia 15 tahun juga dilaporkan kritis setelah jatuh dari atap apartemen setinggi lima lantai ke tumpukan salju di Krasnoyarsk, Siberia.
 
Dua hari sebelumnya, seorang remaja berusia 14 tahun dari Chita dilaporkan menghempaskan dirinya sendiri ke kereta yang melaju kenjang. Sementara seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun berhasil diselamatkan setelah mencoba melompat dari atap rumah di Lviv, Ukraina.
 
Untuk kasus Yulia, remaja itu meninggalkan catatan bertuliskan 'end' di sosial media miliknya. Kemudian dia memposting foto paus biru.
 
Kasus de ja vu
 
Fenomena yang terjadi saat ini mirip dengan tantangan yang disebut 'Charlie Charlie Challenge'. Tantangan ini sempat juga beredar luas di internet.
 
Permainan menggunakan dua pena yang ditempatkan di atas kepala setiap pemain dan membentuk kolom yang bertuliskan 'iya' dan 'tidak'. 
 
Para pemain kemudian mengajukan pertanyaan kepada 'makhluk supranatural' yang dinamakan Charlie. Mereka kemudian mengucapkan,'Charlie, Charlie, come play with me'.
 
Hasilnya, polisi mengorganisir seminar pencegahan di sekolah-sekolah dan mengatakan kepada siswa bahwa permainan itu hanya sebuah trik kamera dan diminta menghindari permainan tersebut.


 

(FJR)