Bergelantungan di Helikopter, Presiden Prancis Kunjungi Kapal Selam Nuklir

Arpan Rahman    •    Rabu, 05 Jul 2017 10:38 WIB
prancis
Bergelantungan di Helikopter, Presiden Prancis Kunjungi Kapal Selam Nuklir
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat diturunkan ke kapal selam Le Terrible (Foto: TWITTER/@EMMANUELMACRON/ BBC).

Metrotvnews.com, Paris: Presiden Emmanuel Macron berada dalam kapal selam nuklir selama beberapa jam. Ia menyiratkan komitmen pembatasan nuklir Prancis.
 
Berkunjung ke kapal selam "Le Terrible" di lepas pantai Brittany, Macron dilaporkan ikut serta dalam peluncuran rudal simulasi.
 
Prancis akan menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang memiliki senjata nuklir setelah tahun 2019. Saat itu Inggris diperkirakan meninggalkan blok beranggotakan 28 orang itu.
 
Di saat bersamaan, pemerintah Prancis yang baru dengan mudah memenangkan pemungutan suara pertama, seperti dilansir BBC, Rabu 5 Juli 2017.
 
Kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Edouard Philippe didukung oleh 370 anggota parlemen di majelis rendah, hanya 67 suara menentang.
 
Philippe menyusun proposal untuk pemotongan belanja publik dan reformasi ketenagakerjaan -- sebuah langkah yang dikecam oleh serikat pekerja, yang telah mengancam pemogokan pada musim gugur.
 
Pada Selasa 4 Juli 2017, Presiden Macron dibawa dengan helikopter ke kapal selam "Le Terrible" di Atlantik, sekitar 300 kilometer dari pantai Prancis.
 
Kantor kepresidenan kemudian menerbitkan sebuah foto, menunjukkan bahwa presiden diturunkan ke kapal selam. Macron menekankan pentingnya pencegahan nuklir Prancis, menggambarkannya sebagai "kunci keamanan".
 
Simulasi peluncuran rudal menjadi bagian dari kunjungan presiden ke fasilitas senjata nuklir di pangkalan Ile Longue, dekat Brest.
 
Inilah basis bagi empat kapal tanker rudal balistik bertenaga nuklir di negara ini. Prancis mempunyai armada kapal selam dan pesawat tempur bersenjata nuklir, yang memiliki sekitar 300 hulu ledak nuklir operasional.
 
Menurut koresponden, dukungan pencegahan nuklir mengakar kuat dalam masyarakat dan sejarah Prancis, sejak menjadi kekuatan nuklir di tahun 1960an.



(FJR)