Rusia Tekan Suriah untuk Diskusikan Konstitusi Baru di Jenewa

Willy Haryono    •    Minggu, 26 Nov 2017 15:21 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Rusia Tekan Suriah untuk Diskusikan Konstitusi Baru di Jenewa
Asap akibat serangan pemerintah terlihat dari kawasan al-Zabdiya di Aleppo, Suriah, 14 Desember 2016. (Foto: AFP/STRINGER)

Moskow: Rusia mendorong Suriah untuk segera mendiskusikan rencana pemilihan umum dan konstitusi baru serta prinsip-prinsip politik demi tercapainya solusi dari konflik berkepanjangan. Kabar disampaikan beberapa sumber kepada kantor berita Asharq al-Awsat, Sabtu 25 November 2017. 

Masih dari sumber itu, Moskow mendorong Damaskus agar diskusi itu digelar di Jenewa pada Selasa depan, setelah suksesnya pertemuan dengan oposisi Suriah di Riyadh pekan ini.

Arab Saudi menyambut baik hasil pertemuan kedua oleh oposisi Suriah di Riyadh. Hasil dari pertemuan itu adalah, para oposisi sudah berhasil menyatukan sikap mereka, termasuk membentuk komite negosiasi sebagai representatif bersama. 

Menurut laporan kantor berita Saudi Press Agency, komite ini dapat memperkuat posisi oposisi dalam bernegosiasi dan berkontribusi demi menyampaikan aspirasi semua masyarakat Suriah.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson juga mengucapkan selamat atas pencapaian dalam pertemuan tersebut. 

Dialog putaran kedelapan mengenai krisis Suriah di Jenewa pada 28 November mendatang akan difokuskan pada empat hal, termasuk soal pemilu dan konstitusi. 

"Saya harap putaran berikutnya di Jenewa ditandai dengan partisipasi aktif perwakilan pemerintah dan juga delegasi opisisi, yang dapat mendorong tercapainya solusi politik," tutur Utusan Khusus PBB untuk Suriah Ramzi Ezzedine Ramzi. 

Sementara itu Rusia sedang menyiapkan panggung untuk Kongres Dialog Nasional Suriah di Sochi. Kongres akan mempertemukan pemimpin Iran, Turki dan Rusia untuk mendiskusikan dialog komprehensif bagi Suriah. 


(WIL)