Rusia Sebut Tuduhan Intervensi Pilpres AS Hanya Fantasi

Arpan Rahman    •    Minggu, 18 Feb 2018 15:44 WIB
pemilu asdonald trumppemerintahan as
Rusia Sebut Tuduhan Intervensi Pilpres AS Hanya Fantasi
Menlu Rusia Sergei Lavrov. (Foto: AFP)

Munich: Rusia menyebut tuduhan Amerika Serikat bahwa Moskow mengintervensi pemilihan umum Negeri Paman Sam pada 2016 merupakan "omong kosong" dan "fantasi." 

Dalam Konferensi Keamanan Munich di Jerman, Sabtu 17 Februari 2018, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, "selagi (semua) tuduhan ini tidak dibarengi fakta, maka kami anggap hanya sebagai omong kosong."

Direktur Intelijen Nasional AS, Dan Coats, merespons pernyataan Lavrov. "Saya heran, orang-orang Rusia datang ke konferensi ini setiap tahunnya dan menolak fakta tersebut," sebut dia, seperti dikutip Channel News Asia, Minggu 18 Februari 2018.

Perang pernyataan itu terjadi di Munich satu hari usai AS mendakwa 13 warga Rusia atas operasi rahasia untuk memengaruhi dunia perpolitikan serta pilpres AS. Kementerian Hukum AS menyebut operasi itu dilakukan sejak 2014.

Jaksa Khusus Robert Mueller menyebut bahwa pada pertengahan 2016, operasi tersebut -- di bawah arahan Yevgeny Prigozhin yang merupakan teman dekat Presiden Rusia Vladimir Putin -- difokuskan pada dukungan terhadap Trump dan menjatuhkan rival-rivalnya, termasuk Hillary Clinton. 

Menurut dakwaan itu, sejumlah warga Rusia dalam operasi ini menyamar sebagai masyarakat AS di Facebook, Twitter, YouTube dan Instagram. Mereka kemudian mengunggah banyak konten yang memengaruhi "warga AS dalam jumlah signifikan."

Sementara itu Presiden AS Donald Trump menyebut dakwaan terhadap 13 warga Rusia tersebut merupakan bukti ia dan tim kampanyenya tidak berkolusi dengan Moskow.

"Rusia memulai kampanye anti-AS mereka pada tahun 2014, jauh sebelum saya mengumumkan bahwa saya akan mencalonkan diri sebagai presiden," ungkap dia pada Jumat.


(WIL)