Akses Internet Julian Assange Diputus oleh Ekuador

Arpan Rahman    •    Kamis, 29 Mar 2018 14:56 WIB
wikileaks
Akses Internet Julian Assange Diputus oleh Ekuador
Pendiri WikiLeaks bertahan di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris (Foto: AFP).

London: Pemerintah Ekuador memutuskan komunikasi pendiri WikiLeaks, Julian Assange, di luar kedutaan London, Inggris.
 
Para pejabat mengumumkan, Rabu 28 Maret, bahwa mereka mengambil tindakan itu sebagai tanggapan atas aktivitas terakhir Assange di media sosial.
 
Sebagai bagian dari kesepakatan antara Assange dan pemerintah Ekuador, dia tidak diizinkan mengirim pesan yang dapat mengganggu hubungan negara Amerika Selatan tersebut dengan negara lain.
 
Assange tinggal di Kedutaan Ekuador di London selama lebih dari lima tahun.
 
Ekuador memberinya suaka sesudah ia mencari perlindungan di kedutaan demi menghindari ekstradisi ke Swedia untuk penyelidikan tuduhan terkait seks.
 
Swedia membatalkan kasus itu, tapi Assange tetap harus ditahan di Inggris karena mengelak dari jaminan.
 
Langkah pemutusan internet itu menyusul aktivitas media sosial Assange, baru-baru ini. Ia mencela penangkapan seorang pemimpin separatis Catalonian.
 
"Posting terakhir Assabel 'berisiko' atas hubungan baik yang dipelihara Ekuador dengan negara-negara di seluruh Eropa. Mereka memutuskan, Selasa 27 Maret, buat menangguhkan akses internetnya guna mencegah potensi bahaya," seperti dikutip ITV, Kamis 29 Maret 2018.
 
Assange sejak itu bungkam di media sosial. Hubungan antara Assange dan negara tuan rumahnya sering meruncing. Ekuador menangguhkan akses internetnya 2016 setelah pendiri WikiLeaks menargetkan kampanye presiden Amerika Serikat Hillary Clinton.
 
Mantan presiden Ekuador Rafael Correa memuji pekerjaan Assange. Tapi kepala negara saat ini sudah menyebutnya seorang peretas dan memperingatkan dia agar tidak ikut campur dalam politik.


(FJR)