Bahas Program Nuklir, Menlu Rusia akan Kunjungi Korut

Fajar Nugraha    •    Rabu, 30 May 2018 19:11 WIB
korea utararusia
Bahas Program Nuklir, Menlu Rusia akan Kunjungi Korut
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: AFP).

Moskow: Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan mengunjungi Korea Utara (Korut). Kunjungan ditujukan untuk membahas program nuklir Korut.
 
Rusia adalah anggota six-party talks, atau enam negara yang melakukan pembicaraan mengenai program nuklir Korut. Enam negara itu antara lain Korea Utara, Korea Selatan (Korsel), Rusia, Jepang, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
 
Pertemuan enam negara itu berlangsung antara 2003 hingga 2008. Enam negara ini bertemu untuk membahas pelucutan senjata nuklir Korut.
 
Sedangkan kunjungan Lavrov ke Korut juga terkait peningkatan hubungan kedua negara. April lalu Lavrov melakukan pertemuan dengan Menlu Korut Ri Yong Ho di Moskow.
 
Tidak diketahui apa isi pertemuan di Pyongyang pada  Kamis 31 Mei 2018 ini. Tetapi kemungkinan akan  membahas mengenai perbaikan hubungan Korut dengan dunia internasional.
 
Kedatangan Lavrov bersamaan dengan rencana pertemuan pemimpin Korut Kim Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump 12 Juni mendatang. Persiapan pun terus dilakukan mematangkan rencana pertemuan di Singapura itu.
 
"Amerika Serikat secara aktif melanjutkan persiapan pertemuan Presiden Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura," ujar Juru Bicara Gedung Puti Sarah Sanders, seperti dikutip AFP, Rabu 30 Mei 2018.
 
Sementara pejabat senior Korut Kim Yong-Chol juga dalam perjalanan ke Amerika Serikat (AS) guna melakukan pertemuan dengan Menlu AS Mike Pompeo. Ini adalah pertemuan Pompeo dengan Yong-chol yang ketiga antara keduanya.
 
"Kami masih melakukan persiapan tahap akhir dari pertemuan," imbuh Sanders.
 
Perjalanan Yong-chol ke AS merupakan dari diplomasi sebelum rencana pertemuan Kim Jong-un dan Trump. Pertemuan sempat dijadwalkan pada 24 Mei, namun batal karena kedua negara sempat tegang.
 
Pada akhirnya kedua negara mencapai kesepakatan baru, dimana 12 Juni akan menjadi jadwal akhir pertemuan bersejarah ini.


(FJR)