Johnson: UE Mungkin Harus Bayar Biaya Brexit ke Inggris

Willy Haryono    •    Sabtu, 13 May 2017 21:51 WIB
uni eropabrexit
Johnson: UE Mungkin Harus Bayar Biaya Brexit ke Inggris
Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, London: Uni Eropa bisa saja pada akhirnya membayarkan sejumlah uang terkait Brexit ke Inggris, bukan sebaliknya. 

Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson dalam sebuah wawancara dengan The Daily Telegraph, Sabtu 13 Mei 2017. 

Saat ditanya apakah Johnson meyakini Inggris justru akan menerima pembayaran dari Uni Eropa dalam proses Brexit, ia menjawab: "Iya, saya pikir akan ada argumen yang sangat bagus."

"Ada sejumlah aset yang kita bagi (bersama Uni Eropa), yang telah kami bayarkan selama bertahun-tahun. Perlu ada pendataan yang baik untuk menilai aset-aset itu," kata Johnson, salah satu tokoh utama pendorong Brexit tahun lalu.

Johnson membantah rumor "absurd" bahwa Inggris harus membayar dana fantastis dalam proses Brexit. Salah satu estimasi bahkan menyebut Inggris harus membayar hingga USD109 miliar ke Uni Eropa.

"Mereka (Uni Eropa) mencoba melukai negara ini dengan tagihan-tagihan mereka," sebut Johnson, sembari mengancam Inggris bisa saja memutuskan pergi dari negosiasi dan tidak perlu membayar apapun. 

Pembayaran terkait komitmen finansial antara Inggris dengan Uni Eropa adalah salah satu topik tersulit dalam negosiasi Brexit. 

Selain soal isu pembayaran, Johnson mengkritik bocoran detail dari pertemuan bulan lalu antara Perdana Menteri Theresa May dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker.

"Brussels kejam dalam melancarkan teknik negosiasinya. Mereka bermain kotor. Kami harus selalu waspada," tutur Johnson, merujuk pada markas besar Uni Eropa di ibu kota Belgia.

Ketegangan antara Brussels dengan London meningkat menjelang pemilihan umum Inggris pada 8 Juni mendatang. Pemerintah Inggris menuduh beberapa petinggi Uni Eropa mencoba "ikut campur" dalam kampanye pemilu.


(WIL)