Gagal Raih Mayoritas, Konservatif Inggris akan Gandeng DUP

Willy Haryono    •    Kamis, 15 Jun 2017 10:16 WIB
politik inggrisbrexit
Gagal Raih Mayoritas, Konservatif Inggris akan Gandeng DUP
PM Inggris Theresa May (kanan) dan Pemimpin Partai DUP Arlene Foster. (Foto: AFP/Getty)

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Konservatif memenangkan pemilihan umum parlemen Inggris beberapa hari lalu. Namun partai yang juga dikenal dengan Tory itu gagal meraih suara mayoritas. 

Demi meneruskan pemerintahan, Perdana Menteri Theresa May berencana menggandeng Partai DUP asal Irlandia Utara. 

"Akan bernegosiasi dengan partai DUP dari Irlandia agar bisa menjadi mayoritas di parlemen. Tapi ini bukan koalisi resmi, tapi hanya sementara agar Konservatif bisa melanjutkan pemerintahan," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dalam acara buka puasa bersama di Kedubes Inggris, Jakarta, Rabu 14 Juni 2017. 

Moazzam mengatakan Ratu Elizabeth II telah memerintahkan PM May untuk membentuk pemerintahan baru. Jajaran kabinet telah ditentukan. 

"Boris (Johnson) akan tetap menjadi Menteri Luar Negeri, Philip Hammond Menteri Keuangan, dan lainnya," ujar Moazzam. 


Dubes Moazzam dalam acara buka puasa bersama. (Foto: MTVN)

Terkait Brexit, Dubes Moazzam menyebut negosiasi Inggris dengan Uni Eropa akan dimulai dalam waktu dekat. Negosiasi diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua tahun ke depan. 

Terlepas dari apa hasilnya, Dubes Moazzam menegaskan Inggris akan tetap keluar dari Uni Eropa. "Tapi hubungan Inggris dengan Eropa masih terus berjalan," ungkap dia.

"Terkait Indonesia, saya tegaskan sekali lagi, Brexit ini tidak ada dampaknya terhadap hubungan Inggris dengan Indonesia."

Pengumuman koalisi Tory dengan DUP ditunda karena terjadinya kebakaran hebat yang melanda apartemen 27 lantai Grenfell Tower. Penundaan juga berisiko membuat jadwal negosiasi Brexit kembali molor. 


(WIL)